| Bendera Setengah Tiang di MANJ |
|
|
|
| Wednesday, 06 January 2010 | |
|
Bendera setengah tiang yang di pajang di halaman madrasah itu dikibarkan sejak tanggal 1 Januari 2010. Hal itu menjadi pemandangan khas ketika akan memasuki Ponpes nurul Jadid, sebab lokasi MANJ yang berada di ruas jalan menuju kantor pusat Ponpes Nurul Jadid langsung bisa terlihat dengan jelas. Menurut ketua OSIS MANJ Muhammad Iftah Kurniawan, mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang tersebut sejatinya akan terus dikibarkan hingga hari ke tujuh wafatnya Gus Dur. Ia menilai, wafatnya Gus Dur sangat pantas mendapatkan ungkapan bela sungkawa dari seluruh rakyat Indonesia apalagi bagi santri yang nota bene Nahdlatul Ulama’ (NU). “Sejak ada instruksi dari Presiden RI tentang pengibaran bendera setengah tiang, kami juga tidak tinggal diam, langsung pada hari Jum’at di tahun baru 2010 kami pasang bendera setengah tiang di MANJ, meski pada hari tersebut sedang libur,” kata Iftah. Dia menyatakan, yang merasa kehilanganh atas kepergiannya Gus Dur tidak hanya dirasakan oleh orang-orang dewasa saja, dirinya dan seluruh teman siswa di MANJ sangat merasa kehilangan. Oleh sebab itu, tambahnya, penghormatan terhadap kepergian Gus Dur tak cukup hanya dengan mengibarkan bendera setengah tiang saja. “Kami tak hanya mengibarkan bendera setengah tiang saja sebagai ungkapan bela sungkawa, tapi kami juga melaksanakan tahlilan di masjid setiap selesai shalat berjamaah maghrib bersama-sama teman santri di ponpes Nurul Jadid,” katanya. (mwr) |
| < Prev | Next > |
|---|



Pemasangan bendera setengah tiang sebagai ungkapan atas wafatnya Gus Dur tak hanya dikibarkan di perkantoran dan instansi pemerintah saja, atau juga di beberapa tempat lainnya. Kini simbol berduka itu juga tampak di halaman MA Nurul Jadid (MANJ).