| Persaingan Ketat Menuju Juara Sejati |
|
|
|
| Thursday, 04 February 2010 | |
|
Selama 5 hari, para siswa MANJ telah melalui persaingan ketat untuk meraih juara. persaingan telah memenas sejak pertama kali lomba dibuka pada hari selasa (4/1). Masing-masing kelas telah menunjukkan semangatnya untuk memenangkan lomba. C2 baru dihelat pada tanggal 12 Januari 2009, seusai pelaksanaan semester ganjil, meski demikian, untuk pembuatan mading panitia membuat keputusan bias digarap psca pembukaan C2 yang telah brlangsung beberapa hari sebelumnya. C2 dibuka dengan pertandingan basket yang diikuti oleh 14 tim dari masing-masing kelas. Dalam kejuaraan ini kelas XI MBI tampil gemilang melibas lawan-lawannya. Tim berkostum kuning-hitam ini bergerak lincah membawa bola meliuk memasuki celah pertahanan lawan. Apalagi saat ainul yakin, forward tim ini memetik angka demi angka untuk tim. Barisan supporter Program MBI-pun terbakar semangatnya. Akhirnya, tim ini keluar sebagi juara pertama lomba basket. Disusul tim dari X IPS di tempat kedua dan kelas XII PK sebagai juara ketiga. Tak jauh dari lapangan basket, para pesepak takraw kawakan MANJ sedang adu kelincahan menendang dan mengembalikan bola. Tak ayal, kepala penonton pun dibuat geleng kiri-kanan mengikuti gerakan bola dan cepatnya tempo permainan. Dalam kejuaraan ini, program Bahasa menorehkan sebuah hasil prestisius yang mengundang decak kagum. Seluruh juara, Mulai dari juara satu, dua, dan tiga disabet habis berturut-turut oleh kelas x Bahasa, XII Bahasa, dan XI Bahasa. Tak menyisakan satupun tempat untuk program lain. Sementara itu, dalam kejuaraan tennis meja. Pasangan petenis asal program keagamaan, Ja’far-Faizin kembali tampil sebagai juara. Bedanya, kalau tahun kemarin mereka dikalahkan zainullah zuhri dalam perebutan juara satu, sekarang Ja’far berhasil meraih juara pertama. Disusul oleh Zainullah Zuhri dari kelas XI MBI di posisi kedua lalu rekan satu kelasnya, M. faizin yang masih betah di posisi ketiga. Yang tak kalah menarik, untuk pertama kalinya di MANJ diadakan lomba mengarang cerpen (cerita pendek). Layaknya sastrawan sejati, karya-karya asli anak MANJ pun lahir. Salah satunya adalah cerpen “Mendadak Kawin” karya Hilmi Firdausi dari kelas XI PK. Disamping itu, para penyair-penyair dari setiap delegasi kelas menampilkan puisi karangan-karangan mereka. Dalam lomba ini kelas XII MBI menempati urutan pertama dengan mengusung tema kemerdekaan, yang dihiasi berbagai aksi perjuangan para pahlawan Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Disusul adik kelas mereka, XI MBI menduduki peringkat kedua dengan menampilkan hitam-putih kehidupan manusia. Kemudian ada kelas XII PK yang berada di podium ketiga.”Acungan jempol buat MANJ yang sudah menyelenggarakan lomba teaterikal puisi, dimana posisi puisi sebagai salah satu budaya Indonesia sudah tergantikan perkembangan zaman”. Tutur Imron selaku juri theaterikal puisi. Selain itu masih ada lomba mading 3D yang memeriahkan hari-hari akhir class competition 2010. dari kejauhan sudah terlihat deretan mading-mading cantik karya disainer-disainer papan atas MANJ menghiasi koridor depan sekolah kita. Penonton pun tak jemu memandang mading-mading tersebut. Mulai dari yang paling timur sampai yang paling barat. Terus berganti-ganti. Malah ada yang bolak-balik melihat. Namun, ada lima mading yang paling menarik perhatian. Yaitu milik kelas X PK yang mereplikasikan sekolah kita, “MANJ of The Future” demikian temanya. Di sana digambarkan MANJ sebagai gedung bertingkat yang super mewah. “Yah…kali aja sekolah kita punya rejeki dan bisa bangun gedung yang mewah kayak gini” seloroh Uzair, sang ketua kelas yang diamini teman-temannya. Ada juga mading buatan arek-arek XII PK yang unik dan lain daripada yang lain (daripada yang pernah ada mungkin). Bayangkan, mereka berani menggambarkan surga dan neraka yang kita saja belum pernah lihat. Tapi mading kelas ini tergolong yang paling unik. Lihat saja perbedaan antara sisi kanan dan kiri yang terlihat Njomplang. Sisi kiri digambarkan sebagai tempat yang indah di atas awan dengan kernap-kernip lampu dan bagunan yang megah. Sementara di sisi kiri bernuansa hitam –gelap dengan gunung api di tengahnya. Malahan ada semacam roller board yang bertuliskan pilihan surga dan neraka. “Buat ngundi nasib masuk surga atau neraka” kata shofi menaggapi pertanyaan tim penilai saat ditanya mengenai fungsi dari benda itu. teman-temannya bersorak saat Mr. Mawardi, juri untuk kategori konten, mencoba “mengundi nasib” melalui roller board tsb. Desain futuristik disuguhkan oleh kelas XI MBI yang mengusung tema Griya unik yang terinspirasi oleh bangunan-bangunan modern yang di kembangkan oleh ilmuwan jepang sebagai persiapan menghadapa iklim bumi yang semakin memanas. Dalam mading yang berukuran paling besar diantara yang lain itu, ada dua rumah unik yang ditampilkan sebagai rumah masa depan. Yang pertama adalah rumah dengan green roof (atap hijau) yang berbentuk seperti sawah di atas rumah. Ada juga rumah yang mengapung di atas air. Mawardi pun terkekeh, “Gimana kalo hanyut sampai ke atlantik sana?” murid-murid MBI hanya tertawa menaggapi pertanyaan itu. Kakak kelas mereka yang masih dalam satu program, XII MBI memilih merefleksikan UAN sebagai sebuah jeratan maut terhadap siswa. Digambarkan pula sosok malaikat maut yang membawa soal UAN menuju sekolah. Bagi yang tidak lulus, tersedia kuburan. Namun pilihan juri jatuh pada desain mading paling minimalis olahan tangan anak-anak XI PK. dengan tema “menagih janji presiden.” Mereka membuat miniatur istana Negara dengan bendera setengah tiang. Dipercantik dengan foto-foto presiden pertama sampai presiden saat ini. Mading ini meraih juara satu disusul dengan kelas XII MBI sebagai juara kedua, dan Kelas XI MBI sebagai juara ketiga. Selain lomba-lomba di atas, ada juga lomba kaligrafi yang dimenangkan oleh kholil masrur dari XII PK. Disusul oleh M. Taufik Hanafi menempati runner up yang mewakili kelas XI BAHASA. Dan juara ketiga yang berhasil diraih oleh M. Naufal irsyadi dari kelas X Bahasa. Sementara itu, ajang serupa juga digelar oleh siswi MANJ. Mereka juga tak mau kalah dengan aksi para cowok yang menghebohkan MANJ selama libur semester ganjil. C2 gelaran OSIS putri cukup menarik dan juga tak kalah hebohnya. Namun khusu putri tidak ada kompetisi olah fisik seperti di putra. Terdapat dua lomba yang sama dengan putra, yaitu kaligrafi dan mading 3 dimensi. Beberapa lomba lainnya tidak terdapat di putra, seperti story telling, motto dan daur ulang. “Beberapa lomba diputri memang tidak mesti harus sama dengan putra,” ujar Wardah sang ketuia OSIS. Ajang adu kreatifitas antar kelas di putri itu berakhir pada tanggal 19 Januari 2009. di hari itu pulalah di tentukan siapa sang juara umum dalam even C2 2010. Kelas XI 2 Program Keagamaan (PK), berhasil membuktikan diri sebagai kelas terbaik dengan menorehkan prestasi Juara Umum C2 2010. Disusul dengan kelas X MBI yang menempati posisi runner up. Histeria dari kedua kelas itu mampu membuyarkan keheningan pagi itu, ketika satu persatu peserta c2 disebutkan sebagai juara, dan berakhir dengan penentuan juara umum dan runner up. “Even serupa akan digelar kembali setelah semester genap, tetapi pendelegasin bukan atas nama kelas, melainkan atas nama program,” ujar mr. Mawardi yang disambut teriakan histeris para siswi. “Kami sanggup menghadapinya, dan kami akan all out untuk merebut juara umum yang lepas dari genggapan kami,” teriak Dini mabruroh, kapten tim dari kelas X MBI 2. Selamat bertemu di Program Competition 2010, show your best performance. (mwr) |
| < Prev | Next > |
|---|



Pagi itu, Selasa 19 Januari 2009, sekira jam 07:30 WIB, suara riuh terdengar dari halaman Madarsah Aliyah Nurul Jadid (MANJ), saat itu terlihat siswa-siswa kelas XII program keagamaan bersorak-sorak