The best bookmaker bet365

Menu

Untung Ada Ramadhan

Oleh : Muhammad Yaufi Nur Muti’ullah*

image:ayouby.comIngat waktu kemarin, ingat waktu sebelum ramadhan, ingat  ketika kita melakukan banyak sekali kesalahan pada Allah, ingat ketika banyak sekali dosa yang kita lakukan dengan sengaja maupun tidak. Ketika kita mengghosab sandal teman kita, meng-ghibah, memakan nasi teman kita tanpa izin, melanggar peraturan pesantren, merokok dan banyak lagi yang lain. Ingat ketika kita lalai pada shalat kita, lalai pada zakat kita. Ustad kita bohongi, guru kita dustai, masya Allah sangat amat banyak sekali dosa yang telah kita perbuat. Meskipun sebenarnya kita masih punya waktu untuk bertaubat dan melakukan perbuatan yang baik dan sejalan dengan tuntutan kita sebagai muslim dan santri pada khususnya. Karakter manusia juga termaktub dalam sebuah dalil bahwa al insan sumia alinsan linisyyanihi (manusia diberi nama insan karena seringnya dia lupa).  Berdalih pada pernyataan kiai kita KH.M.Zuhri Zaini bahwa “taat itu bukan berarti tidak melakukan kesalahan sama sekali”.

Kesimpulannya,  hidup ini pasti dikotori dengan kesalahan yang kita perbuat. Tapi perlu diingat, mukmin yang baik, mukmin yang taat adalah dia yang segera menyadari kesalahanya dan meminta ampun kepada Allah. Ibarat kertas putih yang ternodai tinta, segera hapus tinta itu jangan dibiarkan agar tidak melekat.

Sekarang, sepakatkan kalau kita sama-sama berdosa?, sepakat kalau kita sama-sama banyak melakukan kesalahan? Jawaban seharusnya adalah YA. Selanjutnya, maukah kita menghapus dosa kita?, maukah kita meminta ampun pada Allah?, maukah kita mensucikan kembali diri kita?. Jika mau, maka teruskanlah membaca tulisan ini karena tulisan ini hanya diperuntukan bagi dia yang mau bertobat dan menghapus tinta pada kertas putih.

Ramadhan, moment mensucikan diri

Patut kita syukuri, do’a yang dulu kita baca bersama telah dikabulkan oleh Allah SWT, do’a yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW “ Allahumma Barik Lana Fi Rajaba wa Sya’bana wa Ballighna Ramadhana”  (Ya Allah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan). Dari sangat  mulyanya ramadhan sampai–sampai nabi menganjurkan kita untuk berdo’a demikian. Karena itu sekali lagi marilah kita bersyukur.

Sedikit berbicara tentang ramadhan. Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat, magfiroh, dan hidayah. Bulan diturunkanya kitab suci Al- quran. Bulan yang menyimpan malam lailatul qadar. Pada bulan ini, tiada yang berbeda baik itu pejabat, kaya dan miskin , semuanya sama-sama mendapat kewajiban berpuasa. Nampak sekali disini bahwa Islam telah mengajarkan hidup sosial. Dia yang memiliki status sosial yang tinggi juga merasakan bagaimana rasanya menahan lapar.

Pada bulan ini pahala “diobral” dimana- mana. Pintu ampunan dibuka selebar lebarnya. Nabi Muhammad  SAW berfirman Man Shoma Ramadhana Imanan wa ihtisaban Gufiro Lahu Ma Taqaddama wa Ma Taakharo Min Zanbihi. (barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu).  Maka dari itu, karena kita tadi telah sepakat sama-sama memiliki banyak dosa dan segera akan menghapus dosa itu, maka di bulan penuh ampunan  ini marilah kita bersama- sama beristigfar, bermunajat, meminta ampun kepada Dzat yang berhak dimintai ampunan . Bangun ditengah malam, perbanyak baca Al- quran. Maka insya Allah, dosa kita akan segera terhapus, kita akan menjadi suci kembali seperti ketika ibu kita melahirkan kita.

Sangat miris sekali jika ramadhan kita gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya. Bukanya mau meminta ampun malah buat kesalahan lagi. Oleh karenanya, marilah kita  syukuri bulan ini.

Untung ada ramadhan…fa- Marhaban Ya Ramadhan!.

 

*Penulis adalah siswa aktif Madrasah Aliyah Nurul Jadid kelas XI .PK.1

The Best bookmaker bet365 Bonus