The best bookmaker bet365

Menu

Meneladani Akhlak Rasulullah S.A.W

  • Dilihat: 58

Oleh: Ponirin Mika*

Nabi Muhammad diutus oleh Allah sebagai pahlawan umat, dia membela kebenaran meski nyawa menjadi taruhan. Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang mempunyai misi yang sama dengan rasul sebelumnya. Tugas yang diemban olehnya menjadi penyebar kebenaran serta pembela kaum termarginalkan. Status sebagai rasulullah, tidak menjadi modal utama dalam mensukseskan misi dakwahnya, melainkan ahlak yang sangat agung di milikinya, sehingga banyak masyarakat terperdaya dan menjadi pengikut setianya.

Alqur’an adalah mu’jizat yang mulia diberikan kepada beliau sebagai pendukung misi dakwahnya, agar masyarakat mempercayai bahwa ia adalah seorang utusan Allah. Namun meski kitab suci ini sebagai legitimasi kenabian dan kerasulannya, ajaran kebaikan nabi Muhammad tersampaikan dengan budi pekertinya yang baik bukan dengan kitab suci ini. Akhlak inilah yang menjadi penyebab banyaknya pengikut Nabi Muhammad serta rela meninggalkan agamanya demi menjadi kaum nabi Muhammad.

Rasulullah Pribadi yang Paripurna

Dalam menyampaikan ajaran Tuhan, Nabi mengungkapkan dengan tutur kata yang baik dan tidak pernah menyinggung perasaan orang. Walaupun masih banyak orang yang menghinanya dengan umpatan-umpatan yang menyakitkan dan juga tidak jarang ia mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan, akan tetapi sosok Muhammad tidak pernah membalasnya. Ia yakin bahwa mereka yang menyampaikan umpatan kotor karena mereka belum tahu terhadap misi utama yang akan disampaikannya.

Ketidaksukaan orang-orang terhadap keberadaan Nabi Muhammad, hal ini tidak menjadi penghalang dalam melaksanakan misi dakwahnya. Maklum, kedatangannya ditengarai akan merusak kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang sudah mentradisi yang diyakini sebagai sesuatu yang benar.

Zaman jahiliyah tidak mengenal hak dan batil, saat itu mereka lebih mempertahankan tradisi nenek moyangnya, bahkan tradisi itu di anggap sebagai agama. Doktrin penyesatan selalu menjadi momok masyarakat jahiliyah, sehingga ajaran-ajarannya sangat mengakar.

Akhlak Rasulullah SAW yang kedua yakni beliau tidak pernah membalas kejahilan yang dilakukan oleh kaum non muslim terhadapnya. Ketika beliau masih berada di Makkah, hampir setiap hari ketika hendak menuju Ka’bah di dalam perjalanan Nabi selalu mendapat perlakuan jahil (buruk) dari orang Yahudi. Namun, Rasulullah SAW tidak pernah membalas perlakukan buruk tersebut, beliau tidak pernah menghiraukan dan melanjutkan perjalanannya.

Pada setiap jalan yang dilewatinya, Rasulullah selalu mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan, ia sering diludahi dan bahkan dimaki-maki. Namun Rasulullah tetap seperti semula tidak pernah melakukan hal yang sama. Hingga pada satu hari beliau mendapatkan kabar bahwa si Yahudi yang meludahinya itu sakit. Namun, bukannya senang mendapati orang yang mendzoliminya terkena musibah.  Rasulullah justru mencari tahu dimana si Yahudi tersebut tinggal lalu menjenguknya. Tentu saja si Yahudi tadi terkejut melihat Rasulullah SAW datang ke rumah untuk menjenguknya padahal selama ini ia telah menunjukkan perlakuan yang buruk terhadapnya.

Bangsa Ini Membutuhkan Kehadirannya.

Azyumardi Azra mengatakan bahwa Islam Indonesia adalah Islam With a Smiling face menggambarkan bahwa Indonesia  sebagai muslim yang ramah. Dibandingkan dengan Negara Syuria, Pakistan Libya, Irak dan lainnya.  Sikap toleran yang ditampilkan masyarakat muslim Indonesia memberikan gambaran bahwa negara Indonesia perlu menjadi kiblat bagi negara yang plural.

Mempraktikkan ajaran Allah dan Rasulnya dalam bersikap lembut dan mengasihi orang yang tidak seiman hampir terjadi di daerah yang ada di Indonesia. Inilah yang pernah di lakukan oleh Rasulullah SAW.

Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sikap toleran ini hampir punah sehingga masyarakat satu dengan lainnya yang tidak seiman seringkali melakukan tindakan anarki. Ironisnya bangsa ini menjadi bangsa yang menyeramkan. Lebih-lebih sebagian tokoh agama terlalu reaksioner dalam bersikap dengan dalih membela agama dan mengucilkan solidaritas antar sesama. Bersikap bijak dalam menyikapi baik berkaitan dengan agama merupakan sebuah keniscayaan agar bisa menjaga keutuhan umat dalam berbangsa, bernegara lebih-lebih sebagai mahluk tuhan.

“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS: At-Taubah [9]: 6).

Ibn Katsir menulis bahwa ayat tersebut menjadi acuan Nabi dalam memperlakukan orang kafir atau musyrik yang ingin mendapatkan perlindungan, entah statusnya sebagai orang yang ingin bertanya ataupun sebagai utusan dari orang-orang kafir.

Kala itu ada serombongan kaum kafir Quraisy yang terdiri dari ‘Urwah bin Mas’ud, Mukriz bin Hafsh, Suhail bin ‘Amr dan lain-lain. Satu persatu dari mereka menghadap Rasulullah lalu memaparkan permasalahan yang dihadapi, sehingga pada akhirnya membuat mereka sadar dan mengetahui bagaimana kaum muslimin mengagungkan Nabi.

Sebuah pemandangan mengagumkan yang tidak mereka jumpai pada diri raja-raja di masa itu. Mereka pulang kepada kaumnya dengan membawa berita tersebut. Peristiwa ini dan peristiwa semisalnya merupakan faktor terbesar masuknya sebagian besar mereka ke dalam agama Islam.

Rasulullah bukan hanya sebagai pemimpin umat, namun juga tauladan umat yang mampu mengakomodir kepentingan umat dal sendi-sendi kehidupannya. Akankah hal ini ternoda, gara-gara sikap umat muslim yang arogan?

Sudah saatnya kita menghadirkan akhlak rasulullah dalam prilaku keseharian. Peringatan hari kelahirannya tidak hanya kita jadikan eufouria belaka, tapi mampu menampakkan wajah Islam yang sesungguhnya. Islam sebagai rahmatan lil alamin, bukan Islam sebagai agama antagonis yang tidak tepat sasaran. Kembalilah kepada Allah dan Rasulnya, insya Allah kita akan lebih bijaksana dalam menyikapi problematika kehidupan berbangsa dan keumatan.

*Guru Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

The Best bookmaker bet365 Bonus