The best bookmaker bet365

Menu

Seminar Pembentukan Karakter Awali KBM Semester Genap

  • Dilihat: 433

Diniy Hidayaturrahman saat menyampaikan materi

MA Nurul Jadid - Mengawali KBM semester genap, MA Nurul Jadid (MANJ) melaksanakan seminar pengembangan karakter untuk seluruh siswanya. Seminar yang dikhususkan untuk siswa itu berlangsung pada Sabtu lalu (9/1/2016). Peserta dialokasikan pada tempat yang berbeda, untuk putra ditempatkan di aula MANJ, sedangkan untuk putri ditempatkan di aula STIKESNJ.

Selain momen pelaksanaannya yang tepat, seminar tersebut dianggap sangat penting bagi siswa, demikian menurut WKM Kesiswaan MANJ bapak Mawardi dalam sambutannya di acara tersebut. Beliau juga menegaskan, diharapkan seluruh siswa mampu mengikutinya dengan maksimal.

“Semoga seminar ini benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, dan memotivasi siswa MANJ untuk bisa memiliki karakter-karakter positif,” harapnya kala itu. Menurut beliau, harapannya bukanlah sesuatu yang berlebihan, mengingat KBM di MANJ sudah berjalan satu semester, kemudian mengawali semester genap dengan seminar khusus untuk siswa.

“Dengan Seminar ini, wawasan, mentalitas dan kepribadian siswa diharapkan tidak kosong, tetapi dapat diisi dengan karakter-karakter positif, sehingga dalam mengikuti KBM selanjutnya siswa akan lebih bersemangat dan optimis,“ tandasnya.

Seminar yang mengangkat tema “Membentuk pribadi siswa yang cerdas, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab” itu menghadirkan dua penyaji. Penyaji untuk putra adalah Diniy Hidayaturrahman, M. Psi, sementara di putri adalah Ny. Hj. Hamida Wafi.

Dalam pemateriannya, Diniy Hidayaturrahman menyinggung tentang pentingnya pembangunan karakter. Menurutnya keterpurukan Negara ini diakibatkan karena lemahnya karakter bangsa, “Negara kita masih menjadi Negara berkembang hingga saat ini, padahal kemajuan dibidang sains negara kita sudah mampu bersaing dengan negara berkembang lainnya yang telah menjadi maju,” tandasnya.

Alumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu pun menegaskan kembali, bahwa negara-negara yang pernah hancur, seperti Jepang akibat perang dunia ke dua, namun Jepang bisa bangkit dan menjadi negara maju serta kuat, karena negara tersebut memiliki karakter jujur dan etos kerja yang sangat tinggi.

“Di Jepang Jika ada pejabat yang terjerat dugaan kasus korupsi, pejabat tersebut dengan sikap jantan langsung mengundurkan diri. Berbeda dengan di negara kita yang dengan segala cara untuk menyelamatkan diri dari kasus korupsi dan tetap ingin menjadi pejabat,” jelas dosen psikologi UM tersebut.

Sebelum seminar berlangsung, pihak OSIM mengisi acara pemberian hadiah bagi para juara class competition. Pemberian hadiah saat itu menyempatkan penyaji untuk menyerahkan hadiah. “Saya sangat senang bisa hadir dan terlibat dalam acara seremonial ini,” ujar bapak Diniy Hidayaturrahman yang saat ini sedang menempuh S3 di UM. (bad)

The Best bookmaker bet365 Bonus