The best bookmaker bet365

Menu

Guru Dituntut Punya Kepekaan Sosial

  • Dilihat: 50

Bapak Ismukoco saat berbagi tip mengajar kepada para Guru

MA Nurul Jadid - Selain mendidik, menjadi guru itu harus punya jiwa sosial yang tinggi, hal itu bisa berupa bimbingan kepada siswa yang berkebutuhan khusus dalam belajar. Sebab menjadi guru profesional, kompetensi sosial juga menjadi salah satu syaratnya. Demikian ditegaskan oleh bapak Ismukoco saat menjadi tutor dalam workshop Penyusunan Perangkat dan Penilaian K13 di MA Nurul Jadid (MANJ), Selasa lalu (24/10/2017), bagi guru se KKM MA Nurul Jadid.

Yang dimaksud siswa berkebutuhan khusus dalam belajar, menurut Bapak Ismu (sapaan akrabnya), adalah siswa yang sering mengalami masalah di kelas, semisal tidur saat KBM berlangsung.  “Jangan langsung memberikan punishment, karena itu tidak bijaksana. Tapi berilah siswa tersebut bimbingan khusus di luar jam pelajaran,” tegas anggota Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur itu.

Oleh sebab itu, beliau kembali menegaskan menjadi guru itu bukan hanya profesi, tapi tugas mulia. Dengan memahami sebagai tugas mulia, maka guru harus peduli dengan peserta didiknya, baik yang bermasalah dengan prilaku dan juga nilai. “Karena dengan kepedulian seperti itu justru derajat guru akan diangkat oleh Allah SWT,” tegas alumnus IKIP Malang tersebut.

Selain kepekaan sosial, beliau juga mengatakan kepada seluruh peserta saat itu yang notabene adalah guru, agar variatif dalam mengajar. Hal tersebut dilakukan agar siswa tidak boring saat belajar. “Model, metode dan pendekatan dalam mengajar itu sangat banyak, makanya itu perlu diterapkan dalam mengajar oleh bapak ibu guru,” ujar beliau.

Dalam kesempatan tersebut, tutor yang menjadi penulis di berbagai penerbit itu memberikan pematerian model-model pembelajaran dan penyusunan RPP. Bahkan pada pematerian aspek penilaian, beliau sangat rinci memaparkan komponen-komponen penyusunan nilai hingga menjadi nilai raport.

Sejatinya acara yang diikuti oleh seluruh guru KKM MA Nurul Jadid itu, pada sesi kedua akan dilaksanakan praktik penyusunan RPP, namun karena sempat ada gangguan mati lampu kurang lebih 1 jam, acara pun molor dan sudah beranjak sore, akhirnya pihak madrasah mencukupkan workshop tersebut pada pematerian saja.

“Karena pihak madrasah sudah mencukupkan alokasi waktunya, saya sediakan saja materi workshop ini dan contoh-contoh perangkat pembelajaran serta format penilaiannya untuk di copy dan dipelajari oleh bapak ibu guru,” pungkas beliau. (bad)

The Best bookmaker bet365 Bonus