The best bookmaker bet365

Menu

Si Celurit Emas Beri Taushiyah di Malam Pergantian Tahun

  • Dilihat: 23

D. Zawawi Imron (Foto:Manj_online)

MA NURUL JADID - Mingu malam (31/12/2017), sekira pukul 20:00, di halaman MA Nurul Jadid (MANJ) tampak semarak. Pasalnya, di malam itu sastrawan nasional berjuluk Si Celurit Emas, alias D. zawawi Imron hadir di tengah-tengah para santri. Ribuan santri malam itu memadati halaman MANJ. Beliau sengaja dihadirkan untuk mengisi acara Refleksi Tahun Baru dan tausiyah Kebudayaan malam itu.

Acara di penghujung tahun itu melibatkan beberapa mahasiswa pengurus POMAS (pondok mahasiswa) UNUJA, kegiatan ini juga bekerjasama dengan BEM UNUJA, Pramuka, Mahasiswa dan siswa pencinta alam, LPM ALFIKR, Al-Gorizm, Forum Komunikasi Osis (FKO) Nurul Jadid dan Organisasi Intra Sekolah (OSIS) se-Kecamatan Paiton.

Si celurit dalam tausiyahnya menyatakan, seluruh santri di Indonesia sangat memiliki korelasi yang dekat dengan sastra. “Santri itu dekat dengan sastra, karena al-qur’an itu sendiri bukanlah sastra, akan tetapi al-qur’an itu adalah maha sastra,” ungkap Kyai yang bertempat tinggal di daerah Sumenep tersebut.

Disamping itu, Kh. M. Zuhri Zaini selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) menyatakan, pergantian akhir tahun itu, biasanya di akhiri dengan hal-hal yang berbau negatif, oleh karenanya, PPNJ pun turut merayakan pergantian akhir tahun tersebut dengan adanya tausiyah sebagai bentuk hal yang positif jelang akhir tahun.

“Dalam pergantian tahun dari 2017 menuju 2018 ini, kita mensyukurinya dengan cara-cara membuat kita menjadi lebih baik dan membawakan hal yang positif bagi kelangsungan hidup kita untuk selanjutnya,” ungkap beliau kala memberikan sambutan.

Tanpa disengaja, perayaan menuju 2018 tersebut membuat seluruh peserta mengamati dengan cermat dan teliti terhadap kata-kata beliau. “Kami sangat bahagia dengan perayaan ini, selain menghibur, acara ini juga sangat bermanfaat bagi kami yang menyukai hal-hal berbau sastra, apalagi langsung berjumpa dengan beliau didepan mata kami sendiri,” ungkap salah satu pengunjung.

Selain Si Celurit Emas yang menampilkan puisi, malam itu beberapa mahasiswa juga tampil membacakan puisi mereka. Malam pergantian tahun baru itu terasa sangat spesial di kalangan santri. Meski hanya dikhususkan untuk kalangan mahasiswa, namun tak urung beberapa santri yang bukan mahasiswa juga menyaksikan acara malam itu. (g1l)

The Best bookmaker bet365 Bonus