The best bookmaker bet365

Menu

Berencana Buka IPA Tahfidz, MANJ Belajar ke PP Madrasatul Qur’an

  • Dilihat: 126

MA NURUL JADID - Sebanyak 30 pengurus MA Nurul Jadid (MANJ) yang Selasa (16/1/2017) lalu berkunjung ke Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (PPMQ) Tebuireng Jombang. Kunjungan tersebut dimaksudkan dalam rangka studi banding, khususnya pada lembaga pendidikan madrasah aliyah di pesantren tersebut.

Menurut kepala MANJ Bapak Lukman Hakim, studi banding tersebut dilakukan untuk bisa mengetahui pengelolaan kurikulum sekolah di PPMQ. Sebab menurut kepala MANJ yang baru bertugas di Minggu pertama Januari itu, ada keinginan untuk membuka peminatan IPA Tahfidh di MANJ.

“Dengan belajar tentang pengelolaan kurikulum di madrasah ini, setidaknya kami punya pandangan dan akan menyiapkan kurikulum khusus untuk peminatan IPA tahfidh, yang Insyaallah jika tidak ada halangan akan di buka pada tahun ajaran baru mendatang,” ungkap beliau saat memberikan sambutan setiba di PPMQ.

Di Pondok Pesantren Nurul Jadid, lanjut beliau, memang ada program tahfidh, yaitu PPIQ, namun pengelolaan dan kurikulum ditangani sepenuhnya oleh pesantren, dengan kata lain tidak terintegrasi dengan lembaga. “Kami ingin mengetahui bagaimana perpaduan kurikulum pesantren dengan lembaga yang ada di sini,” ujar beliau.

Terkait dengan maksud kedatangan rombongan dari MANJ, pihak PPMQ memberikan apresiasi yang sangat positif. Sehingga dalam acara seremonial yang berlangsung dengan sharing tersebut, pihak PPMQ banyak memberikan ulasan tentang desain dan penyusunan kurikulium yang terdapat di sekolah dan pesantren.

“Kurikulum yang terdapat di Pondok ini antara pesantren dengan sekolah terintegrasi, sehingga antara kegiatan pesantren dan sekolah memiliki ranah masing-masing. Bahkan untuk kurikulum nasional sengaja di desain ala pondok ini,” ulas KH. Abdul hadi Yusuf, selaku pengasuh di ponpes tersebut.

Sebagai pondok yang dikenal dengan pondok Huffadh, seluruh siswa dan siswi di lembaga yang ada mulai dari MTs, SMP dan MA. Seluruh siswanya harus bisa menghafal al-Qur’an 3 juz, mulai juz 28, 29 dan 30. Setelah hafal tiga juz tersebut, baru kemudian memasuki program tahfidh. Untuk mendukung kegiatan program tahfidh tersebut, pihak pesantren memiliki kurikulum khusus.

“Untuk tahfidh, SMP dicukupkan 7 Juz, MTs 10 juz dan MA 30 juz, tapi tidak menutup kemungkinan, jika memang ada siswa di tingkat SLTP yang bisa mengikuti program tahfidh tingkat MA, tergantung potensi mereka,” papar beliau.

Pondok pesantren yang beralamat Jalan Irian Jaya, Tebuireng, Desa Cukir Kecamatan Diek Diwek, Kabupaten Jombang itu telah berhasil mengantarkan santrinya meraih prestasi, khususnya di bidang Musabaqah Tilawatil Qur’an mulai dari tingkat nasional hingga internasional. (b4d)

The Best bookmaker bet365 Bonus