The best bookmaker bet365

Menu

Siswa Jangan Lupa dengan Trilogi dan Panca Kesadaran Santri

  • Dilihat: 924

Beri Taushiyah: Bapak Mukhtarullah Waka Kesiswaan saat memberikan taushiyah saat menjadi pembina apel pagi

MANJ- Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri harus tertanam dalam diri para santri. Terlebih bagi siswa yang berstatus santri, maka menjadi sebuah keniscayaan bahwa Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri tersebut menjadi kepribadian para siswa MA Nurul Jadid (MANJ).

Demikian ditegaskan oleh Bapak Mukhtarullah saat memberikan pengarahan pada siswa dalam momen apel pagi di halaman madrasah pagi itu (5/3). Menurut Waka Kesiswaan MANJ tersebut, implemnetasi dari Trilogy dan Panca Kesadaran Santri itu jika benar-benar dijiwai dan dilaksanakan, maka akan mengantarkan pada kesuksesan.

“Tiga-Lima (Trilogi dan Panca Kesadaran Santri, Red) adalah rumusan yang dibuat oleh Kiai Zaini Mun’im yang telah mendirikan pondok pesantren ini, dan kita sebagai santri beliau wajib menanamkan dan melaksanakan nilai-nilai luhur dari tiga-lima tersebut,” urai beliau.

Dalam pengarahannya, beliau mempertegas bagaimana upaya mewujudkan tiga-lima tersebut. Beliau mencontohkan tentang Kesadaran Beragama sebagai salah satu Panca Kesadaran Santri, Sebagai orang yang beragama tentu akan menunjukkan prilaku yang menjunjung tinggi akhlakul karimah dan disiplin saat melaksanakan shalat berjamaah, seperti yang dilaksanakan di MANJ.

Dalam hal akhlakul karimah, beliau mengaskan sudah termaktub dalam Trilogy Santri butir ke tiga. “Berbudi luhur pada Allah dan makhluk, ini memiliki nilai luhur yang sangat mendalam. Makanya jangan sampai suul adab pada guru, kalian adalah santri Nurul Jadid yang harus betul-betul melaksanakan Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri,” tegas beliau.

Selain itu, beliau juga menghimbau para siswa untuk lebih disiplin, mulai dari pengurus organisasi dan siswa secara umum, terutama dalam hal kedisiplinan pelaksanaan shalat jamaah di MANJ. Sebab beliau masih melihat beberapa siswa masih rendah motivasinya untuk shalat berjamaah.

“Semoga menjelang shalat berjamaah, para siswa memiliki kesadaran untuk segera melaksanakannya tanpa harus “diatak-atak” lagi, karena telah mampu menjiwai tiga-lima tadi, dengan menerapkan tiga M, Mulai saat ini, Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari hal-hal kecil,” papar beliau di akhir taushiyahnya. (b4d)

The Best bookmaker bet365 Bonus