The best bookmaker bet365

Menu

Bikin Geger, Siswi Peminatan Bahasa “Demo” di MANJ

  • Dilihat: 868

"BERDEMO": Aksi siswi Peminatan Bahasa saat event Language's Demontration Carnival.

MANJ- Selasa kemarin (3/4) MA Nurul Jadid (MANJ) putri geger, puluhan siswi terlihat sedang meneriakkan beberapa slogan dan yel. Tak hanya itu, mereka juga terlihat membawa beberapa poster. Aksi mereka tentu menjadi pemicu keherenan beberapa siswi lain dan guru. Saat aksi mirip demo itu berlangsung, beberapa siswi tampak ada yang keluar dari kelas untuk melihat aksi mereka.

Namun keherenan siswi dan guru itu akhirnya terjawab, saat slogan dan yel yang mereka pekikkan berisi kalimat-kalimat motivasi berbahasa, menariknya lagi, terdapat poster-poster dengan berbahasa Arab, Inggris juga Indonesia. Diantaranya ada tulisan Language is crown of collage, NKRI harga mati.

“Wah saya pikir ada demo beneran, gak taunya itu aksi Language's Demonstration siswi pemintan bahasa,” ujar salah satu siswi yang menonton dari serambi kelas. Saat aksi mirip demo itu berlangsung, pagi itu sedang masuk pergantian jam kegiatan ekstrakurikuler dengan tutorial. Moment pergantian jam tersebut dimanfaatkan oleh siswi peminatan bahasa melaksanakan aksinya.

Dalam aksi mereka, salah satu peserta bernama Intan Nala Zulfa memberikan himbauan melalui megaphone, “English is very important for our future,” pekiknya diikuti teman-teman peserta aksi. Kemudian Intan berorasi di hadapan mereka menggunakan bahasa Inggris. Selain Intan, dua temannya juga berorasi, Aulia Fatimatuz Zahro menggunakan bahasa Arab, sementara Waildana Rahma berbahasa Indonesia.

Menurut ketua Peminatan Bahasa Ust. Saddam Husein, kegiatan Language's Demonstration Carnival terinspirasi dari kunjungan belajar Peminatan Bahasa ke UIN Malik Malang. Dengan mengombinasikan konsep karnaval dan demonstrasi. “Aksi demontrasi yang mereka tampilkan, diharapkan berimplikasi pada keberanian mereka berorasi dalam bahasa Arab, Inggris dan Indonesia," ujar beliau optimis.

Sementara untuk desain karnavalnya, menurut guru bahasa Arab itu, menekankan pada toleransi budayanya, sehingga unsur Arab, Inggris dan Indonesia juga ada saat mereka beraksi, dengan tetap berprinsip pada kesopanan. “Acara ini kami lombakan untuk kelas X dan XI, dan ini sebagai salah satu bentuk upaya untuk memotivasi mereka,” jelas beliau saat dimentai keterangannya. (b4d)

The Best bookmaker bet365 Bonus