The best bookmaker bet365

Menu

Terancam Punah, Bahasa Daerah Jadi Sorotan KHARISMA Edisi 31

  • Dilihat: 150

MANJ- Eksistensi bahasa daerah yang terasa makin dikesampingkan, membuat Lembaga Pers KHARISMA MA Nurul Jadid (MANJ) tergerak untuk menjadikannya topik utama. Kali Ini Majalah KHARISMA Edisi 30 telah terbit. Dengan mengangkat tema "Bahasa Daerah: Identitas yang Tergadaikan." Majalah dengan 84 halaman tersebut sudah didistribukan keseluruh siswa-siswi MANJ (18/8).

Menurut pemred KHARISMA Tri Satria Purnomo, edisi 30 kali ini sengaja memang terbit pada momen peringatan HUT ke 74 RI. Siswa kelas XI unggulan IPA tersebut juga menyinggung bulan Agustus merupakan momen penting, sehingga Kharisma hadir pada pembaca pada momen yang dirasanya cukup tepat.

"Dengan membaca KHARISMMA edisi 31 ini, setidaknya para pembaca, khususnya para pelajar kembali mengingat dan menyadari, betapa penting dan sangat berharganya menjaga kelestraian bahasa daerah," urainya panjang lebar.

Untuk menambah ketajaman analisis, Beberapa nara sumber berhasil diwawanacarai pada edisi kali ini. Seperti praktisi pendidikan dan budaya Prof. Dr. Djoko Saryono, guru besar Universitas Negeri Malang. Juga tokoh budayawan nasional D. Zawawi Imron. Serta beberapa budayawan dan praktisi pendidikan lainnya juga diinterview.

Rubrikasi yang disajikan cukup variatif, meski beberapa rubrik memang tetap memiliki korelasi dengan topik utama. "Seperti rubrik ensiklopedi, kali ini kita mengidentifikasi beberapa bahasa daerah yang diklaim punah dan terancam punah," pungkas Satria. (b4d)

The Best bookmaker bet365 Bonus