The best bookmaker bet365

Menu

Belajar Manajemen Madrasah, 30 Guru MA Raudlatus Syabab Belajar ke MANJ

  • Dilihat: 262

SEREMONIAL: Kepala Madrasah Aliyah Nurul Jadid H. Lukman Alhakim saat memberikan sambutan pada acara seremonial dalam kunjungan silaturahmi dari MA Raudlatus Syabab di ruang meeting.

MANJ- Sebanyak 30 guru dari MA Raudlatus Syabab (MA Rasya) dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumberwringin, Sukowono, Kabupaten Jember, Selasa(11/9) sekira pukul 10:15 WIB bersilaturahmi ke MA Nurul Jadid (MANJ). Rombongan yang terdiri terdiri dari kepala madrasah, jajaran waka, pengurus, dan guru itu, disambut langsung oleh kepala MANJ H. Lukman Al Hakim dan jajaran pengurus.

Selain bersilaturahmi, kedatangan mereka juga dalam rangka untuk belajar manajemen sekolah. “Lembaga formal kami baru berdiri tahun 2012, izin operasional untuk MA Raudlatus Syabab baru 2014. Jadi lembaga kami masih sangat muda, bahkan baru seumur jagung dibanding MANJ,” ujar Ustadz Husni selaku kepala MA Rasya saat memberikan sambutan dalam acara seremonial.

Meski lembaganya baru seumur jagung, Ust. Husni mengungkapkan peserta didiknya cukup lumayan banyak. Untuk jenjang Madrasah Aliyah terdata kurang lebih 527 siswa-siswi. “Untuk itulah kami datang ke MANJ ini dalam rangka belajar manajemen madrasah dan hal-hal terkait pada struktur organisasi madarasah,” tandas beliau dalam acara seremonial yang berlangsung di ruang meeting.

Selain belajar manajemen madrasah, Ustadz Husni juga menyampaikan ada maksud khusus. Menurutnya, ada motivasi tersendiri yang mendasari lembaganya melaksanakan kunjungan. “Kami termotivasi dari perbincangan pendiri pondok pesantren kami, KH Umar Bin Ahmad Ikrom dengan KH. Zaini Mun’im pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid saat beliau berdua masih hidup,” ujarnya.

Menurut cerita, KH. Zaini dengan KH. Umar Bin Ahmad Ikrom merupakan sahabat karib, KH. Zaini mengutarakan kepada KH. Umar akan mendirikan lembaga formal di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mendengar hal itu, KH Umar menanggapi, “Anda dulu lah yang mendirikan, jika sudah terealisir dan terbukti, saya akan ikut,” cerita ust. Husni yang mendapat cerita tersebut dari KH Misbah Umar, putra dari KH Umar.

Maka, lanjut Ust. Husni, kedatangan beliau beserta rombongan bukan hanya ingin belajar tentang manajemen madrasah, tetapi juga merealisasikan percakapan pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum dengan pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid. “Kami berharap dalam kunjungan kami ini, banyak membawa ilmu bagi kami, sebab lembaga formal di Nurul Jadid, khususnya MANJ sudah tak diragukan lagi kualitasnya,” ungkap beliau.

Seusai acara seremonial, rombongan yang terdiri dari asatidz dan asatidzah itu melakukan sharing dengan pihak MANJ. Disesuaikan dengan jabatan mereka, sharing dilaksanakan di beberapa ruangan, ada yang di kantor kepala madrasah, TU, BK, pengurus dan Lembaga Pers Siswa, bahkan di antara mereka ada yang menyaksikan proses belajar di MANJ. (b4d)

The Best bookmaker bet365 Bonus

manuruljadid © 2015