The best bookmaker bet365

Menu

Zainul Bayan Rahmat, Alumni MANJ yang Jadi Guru Tugas ke Sulawesi Utara

  • Dilihat: 801

Ust.ZAINUL BAYAN RAHMAT: Foto paling kiri (berkopyah) saat mengikuti pelatihan calon instruktur BLK TIK oleh Kemenaker RI yg dilaksanakan di BLK Singosari Malang.

MANJ- Ekspresi wajah yang ramah dengan senyum yang senantiasa terkembang saat berbicara, itulah yang terasa saat perbincangan manj-online dengan Ustaz Zainul Bayan Rahmat, guru tugas  dari Ponpes Nurul Jadid ke Sulawesi Utara. Kamis lalu (3/10) di ruang pengurus, lulusan MA Nurul Jadid (MANJ) tahun 2013 dari Program Keagamaan itu bercerita tentang aktivitas pengabdiannya.

Bayan (sapaan akrabnya) menjadi guru tugas di Ponpes Al-Luthfi, sebuah pesantren dekat pesisir laut, tepatnya di desa Lolanan Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mangondow Sulawesi Utara. Pada 12 Mei 2018 silam, dirinya memulai profesi sebagai guru tugas bersama Ustaz Alfan Rosyidi, teman sekelasnya saat di MANJ yang juga menjadi guru tugas di ponpes tersebut.

Menurut penuturan Ustaz Bayan, setelah dirinya wisuda S1 di STTNJ tahun 2017, dia mendapati informasi tentang guru tugas dari Ust. Ari Paputungan, salah satu keluarga Ponpes Al-Luthfi yang saat itu sedang bersilaturahmi ke Ponpes Nurul Jadid. Dalam kunjungannya itu, Ust. Ari Paputungan menyampaikan bagi santri yang sudah sarjana dan bersedia menjadi guru tugas selama dua tahun ke Sulawesi Utara akan difasilitasi.

Mendengar info tersebut, Ustaz Bayan dan Ustaz Alfan Rosyidi tertarik untuk menjalani program guru tugas di Ponpes Al-Luthfi Sulawesi Utara, “Hitung-hitung sebagai bentuk pengabdian keilmuan agama dan menantang,” tutur pria asal Jember itu. Setelah mendapat rekomendasi dari keluarga dan pihak Ponpes Nurul Jadid, mereka berdua resmi menjalani aktivitas sebagai guru tugas di Ponpes Al-Luthfi Sulawesi Utara.

Di Ponpes Al-Luthfi, jumlah santri awalnya tujuh orang, kini telah bertambah sekira lima puluh orang.  Selain mengajar, Bayan juga menjabat sebagai pengurus pesantren. Selain itu juga sering mengisi materi penguatan aswaja untuk kader Anshor dan Banser di pesantren tersebut. “Alhamdulillah, lembaganya mulai PAUD hingga MA ada, meski untuk sarananya masih belum cukup memadai,” tuturnya.

Saat ini Ustaz Bayan sedang mengikuti pelatihan calon instruktur BLK TIK di Singosari Malang. Pelatihan tersebut merupakan program Kementrian Tenaga Kerja dari tanggal 9 September hingga 25 Oktober 2019. Dirinya direkomendasikan oleh pihak Ponpes Al-Luthfi untuk mengikuti pelatihan tersebut. Di sela-sela waktu senggang, dirinya menyempatkan bersilaturahmi ke Ponpes Nurul Jadid Paiton.

”Saya sempatkan untuk silturahmi ke pengasuh, kepala pesantren di Ponpes Nurul Jadid dan para asatiz di MANJ, untuk mohon masukan dan doa, karena pada tanggal 27 Oktober saya kembali lagi ke Sulawesi Utara,” pungkasnya. (w4r)

The Best bookmaker bet365 Bonus