The best bookmaker bet365

Menu

Membangun Karakter Qurani Di Kalangan Pelajar

  • Dilihat: 574

Oleh: Ainul Yakin*

Karakter yang baik dalam sebuah bangsa mutlak dibutuhkan demi tercapainya bangsa yang kokoh dan tangguh. Karena eksistensi bangsa tergantung pada bagaimana karakter penghuninya. Jika karakter masyarakatnya jelek maka bisa dijamin bangsa tersebut menjadi bangsa yang rapuh. Demikian juga sebaliknya, jika karakter masyarakatnya baik maka bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang tangguh.

Di samping itu, karakter juga merupakan identitas sebuah bangsa. Bangsa-bangasa di dunia yang maju tentu memiliki karakternya masing-masing. Baik karakter kebangasaan, kebudayaan, kelembagaan bahkan karakter kepribadian. Sebagai identitas, karakter itulah yang nantinya dapat diejawantahkan dalam kehidupan bermasyarkat. Misalnya karakter disiplin tinggi, pantang menyerah, punya daya saing dan etos kerja yang tinggi. Tanpa karakter tersebut susah dibayangkan sebuah bangsa akan mengalami kemajuan.

Para politisi, misalnya tanpa dibekali karakter yang baik mereka hanya akan menjadi koruptor, hakim hanya akan menjadi penerima pesanan hukum, ilmuan yang tak berkarakter bahkan hanya akan menjadi plagiator ulung yang tidak ilmiah dan sebagainya.

Membangun bangsa yang baik tentunya harus dimulai dengan membangun karakter (character building) generasinya. Sementara generasi yang paling potensial untuk melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa adalah para pelajar. Maka membina, mendidik dan membimbing pelajar dengan karakter yang baik adalah sebuah keharusan. Bahkan terutusnya Nabi Muhammad saw yang menjadi tugas utamanya adalah membangun karakter.

Pelajar sebagai insan yang paling potensial untuk melanjutkan kepemimpinan masa depan bangsa dan agama heruslah dibekali karakter yang baik, tangguh dan kokoh. Memiliki kepribadian yang menarik dan berjiwa kebangsaan. Tidak opurtunis dan pragmatis. Karena jika seorang pelajar yang sedini ini sudah opurtunis dan pragmatis, lalu siapa yang akan diharapkan untuk melanjutkan keberadaan bangsa yang sebesar negeri tercinta ini.

Karakter Qurani

Al-Qur'an sebagai kitab suci bagi umat Islam merupakan panduan, pedoman dan bimbingan dalam menjalani hidup dan kehidupan (way of life). Al Quran merupakan ajaran yang berisi aturan, norma, dan nilai-nilai serta teladan para pendahulu umat manusia yang mesti kita contoh dan kita terapkan dalam kehidupan nyata. Sebagai pedoman bagi manusia, Al-Quran telah menyediakan perangkat aturan dan nilai yang harus dijalankan untuk keberlangsungan, kemakmuran, kaharmonisan serta keselamatan manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. Tentu manusia yang selamat hanyalah mereka yang menerapkan ajaran kitab Al-Quran baik hubungannya dengan Tuhan maupun dengan sesamanya (makhluk).

Kekacaun sosial (Chaos), disharmoni, serta instabilitas kehidupan dewasa ini baik secara individu maupun kelompok (institusional) tidak lepas dari ulah manusia yang keluar dari ketentuan dan aturan yang dibuat Allah di dalam kitab sucinya. Penyimpangan sosial, kriminalitas bahkan bencana alam yang semakin meningkat dan melanda hampei seluruh belahan dunia tidak lain adalah akibat perbuatan manusia yang mulai tidak bersahabat dan menjauh dari ajaranNya.

Diakui atau tidak nilai-nilai positif yang tersirat dan tersurat dalam Al-Quran sudah mulai tidak dihiraukan oleh umat manusia termasuk umat Islam sendiri. Sehingga tidak heran jika bencana yang menimpa umat manusia juga semakin meningkat dan beraneka ragam. Bahkan manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini sudah membuat nilai-nilai sendiri yang sesuai dengan hawa nafsunya, seperti cinta dunia yang keterlaluan, tidak percaya Tuhan, individualistis, sombong, angkuh dan sebagainya. 

*Ketua Program Bahasa MANJ

The Best bookmaker bet365 Bonus