The best bookmaker bet365

Menu

YKS Membunuh Pemuda Bangsa

  • Dilihat: 1800

Oleh : Ponirin Mika, M.Pd.I

Setiap malam acara Yuk Keep Smile (YKS) menjadi hidangan masyarakat pecinta televisi. Acara yang dipandu oleh Deny Cagur Cs dengan pemandu joget Cesar  menjadi acara yang cukup spektakuler dibumi pertiwi ini. Sebagian orang tidak mau ketinggalan satu episode saja. Bahkan mereka rela menunda pekerjaan demi menyaksikan acara YKS.

Sebenarnya acara YKS adalah kegiatan yang dijadikan acara hiburan pada bulan puasa lalu, berhubung banyaknya peminat dan animo masyarakat terhadap acara ini cukup tinggi sehingga acara YKS di anggap salah satu acara yang layak untuk dipertahankan.

YKS menjadi tren karena bintang tamunya tidak hanya artis melainkan ada juga sebagian dari ilmuan dan tokoh terkemuka. Hal ini seakan melegitimasi bahwa kegiatan YKS merupakan kegiatan yang baik, padahal ini merupakan penyakit untuk segera dibubarkan, demi menjaga eksistensi dan karakter bangsa ini.

Menjadi memprihatinkan bagi bangsa ini, disaat para pemuda-pemudinya tidak lagi mencintai kegiatan  lebih serius yang mengarah kepada  kegiatan yang menjadi kebutuhan makro bangsa ini. Lihat saja berapa pemuda-pemudi yang terjebak dalam tayangan-tayangan yang dipertontonkan di televisi yang hampir semua tidak serius dan hanya bersifat menghibur.

Bangsa ini butuh pemuda, karena ditangan dialah bangsa, negara bahkan agama bisa jaya. Kita ketahui bahwa bangsa ini merdeka dan mengalami kemajuan tidak lepas dari sosok pemuda. Pada tempo dulu pemuda tidak hanya berpangku tangan akan tetapi menyingsing baju bersama memperjuangkan bangsa untuk keluar tekanan para penjajah. Sejarah pemuda tidak akan pernah pudar dalam bangsa ini, begitu gigih dan kuat dalam mengawal kebutuhan bangsa, hal ini dilakukan berkat kemampuan dan idealisme yang dimilki. Dalam sejarahnya pemuda indonesia menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan baik dalam gerakannya maupun dari idealisme konseptualnya.

Islam jaya pun tidak terlepas dari para pemuda pada waktu itu, kita lihat bagaimana Sayyidina Abu bakar, Sayyidina Ali, Bilal bin Rabah, Salman Alfarisi mereka semua pemuda yang ikut andil dalam memperjuangkan agama Allah. Para pemuda ini rela meninggalkan kegiatan yang bersifat hedonisme demi menjaga kemurnian tauhid.

Sekarang moment emas itu seakan tidak mungkin terjadi lagi, melihat para pemuda yang mayoritas cengeng tanpa ingin menanggung beban. Baik itu pelajar yang berstatus mahasiswa apalagi yang berstatus siswa.

Ternyata, mayoritas yang menjadi penggemar acara tidak serius di televisi itu adalah mahasiswa, bahkan ironisnya pada saat berada di studio acara mereka memakai jas almamater lembaganya.

Bagi saya YKS, CAMPUR-CAMPUR, PESBUKERS dan lainnya adalah acara pembodohan yang lambat laun akan membunuh karakter dan masa depan pemuda dan bangsa ini. 

*Penulis adalah Guru & Ketua Program IPS Madrasah Aliyah Nurul Jadid

The Best bookmaker bet365 Bonus