The best bookmaker bet365

Menu

Bongkar Kebiasaan Lama

  • Dilihat: 1318

Oleh: Ponirin Mika, M.Pd.I*

Adalah Iwan Fals yang mempopulerkan slogan yang dijadikan judul di atas. Dalam iklannya yang mengenalkan salah satu produk baru “ Top Coffee”. Menilik kalimat itu, makna sebenarnya sangat dalam. Kalimat tersebut tidak hanya bisa dijadikan modal pengenal terhadap produk yang dikomersialkan, agar bisa diketahui oleh kebanyakan orang dan bisa menyatu dengan masyarakat. Namun kalimat itu, mampu memberikan arti bagi kita selaku pendidik yang bergelut dalam dunia Pendidikan.

Menjadi pendidik, tidak semudah seperti yang dipahami kebanyakan orang. Pendidik dituntut untuk menguasai kemampuan pedagogik, tuntutan profesioanalisme, kepekaan sosial dan empati. Pendidik yang menguasainya akan mampu mewujudkan pendidikan ideal yang diimpikan oleh bangsa. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pendidik merupakan salah satu ujung tombak terealisasinya target pendidikan. Tidak salah, muhammad Nuh selaku menteri pendidikan selalu mempertanyakan kualitas pendidik apabila menemukan masalah dengan siswa berkait akademiknya.  Realitanya, sebagian kecil dari mereka yang mempunyai syarat yang harus dimiliki tersebut. Mayoritas mereka hanya sebagai sense of education seadanya, tanpa memperkaya sesuai dengan tuntutan profesinya sebagai pendidik yang hidup pada zaman pendidikan modern. Pendidik seyogyanya memperkaya terhadap perangkat pembelajaran, agar mampu mentransfer ilmu pengetahuan terhadap peserta didik dengan mudah dan efesien. Menjadi ironis sekali, jika para pendidik dalam melaksanakan tugas mulia hanya menyampaikan ilmu tanpa ada integritas kuat terhadap ilmu yang disampaikan. Mereka cuek dengan kondisi psikologi peserta didik yang beraneka ragam. Akibatnya dari sikap pendidik yang pragmatis ini, melahirkan peserta didik yang mencukupkan dirinya belajar dengan cara mendengarkan ceramah gurunya.

Segera Bongkar Kebiasaan lama itu.

Kebiasaan seperti ini adalah pola lama yang harus segera dibongkar agar ia mampu bertahan menjadi pendidik dalam era modern saat ini. Memperkaya wawasan kependidikan menjadi tugas utama dan kewajiban sebagai pendidik, supaya dalam melaksanakan tugas pedagogiknya terarah dan tidak membosankan.

Segera bongkar kebiasaan lama itu, dengan cara mempersiapkan strategi pembelajaran terhadap murid, agar murid lebih kreatif. Pendidik yang mampu memberikan motivasi terhadap peserta didik dalam meningkatkan semangat belajarnya adalah hal utama dalam konsep pendidikan. Jangan sampai seorang pendidik ada di depan peserta didik, seakan ia kebetulan saja menjadi seorang pendidik.

Bongkar kebiasaan lama, sebagai pendidik sudah seharusnya tidak hanya mengandalkan materi yang ada di buku paket, LKS saja, namun harus mampu menjadikan lingkungan sekitar menjadi materi belajar sehingga peserta didik mampu mengaktualisasikan ilmu yang ada di buku dijewantahkan dalam realitas sosialnya. Peserta didik saat ini, lebih peka dari pada peserta didik sebelum-sebelumnya, ini tidak lepas dari media informasi yang semakin berkembang pesat, sehingga para peserta didik tidak sulit untuk menambah wawasan keilmuannya.

Pendidik, wakil Allah di muka bumi

Pendidik haruslah menjadi pioner yang selalu terdepan dalam segala aspek, baik dalam penguasan pengetahuan lebih-lebih dalam wawasan keilmuan yang di ampunya. Pendidik menjadi wakil Allah di muka bumi, karena pesan-pesan Allah dipasrahkan kepadanya untuk di sampaikan dan diajarkan. Agar manusia mengetahui ajaran Allah secara kaffah.

Memang, menjadi pendidik gampang-gampang susah. Namun tugas ini adalah tugas yang amat suci dan tidak ada pekerjaan yang lebih suci dan mulia darinya, asalkan, dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan bertanggung jawab. Janji Allah akan menempatkan para pendidik di tempat yang paling nyaman nanti di kemudian hari. Berbanggalah para pendidik terhadap balasan Allah kelak. Wallahu muwafiq ila aqwamit thoriq.

 

* Penulis adalah Guru & Ketua Program IPS Madrasah Aliyah Nurul Jadid

The Best bookmaker bet365 Bonus