{"id":242,"date":"2026-01-29T02:53:32","date_gmt":"2026-01-29T02:53:32","guid":{"rendered":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/?page_id=242"},"modified":"2026-01-29T04:26:19","modified_gmt":"2026-01-29T04:26:19","slug":"majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/","title":{"rendered":"Majalah Edisi 37 &#8211; Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><div class=\"_df_thumb \" id=\"df_238\"  data-title=\"\" _slug=\"238\" wpoptions=\"true\" thumb=\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg\" thumbtype=\"bg\" >Open Book<\/div><script class=\"df-shortcode-script\" type=\"application\/javascript\">window.option_df_238 = {\"outline\":[],\"forceFit\":\"true\",\"autoEnableOutline\":\"false\",\"autoEnableThumbnail\":\"false\",\"overwritePDFOutline\":\"false\",\"direction\":\"1\",\"pageSize\":\"0\",\"source\":\"https:\\\/\\\/manuruljadid.sch.id\\\/majalah\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Majalah-Kharisma-Edisi-37.pdf\",\"wpOptions\":\"true\"}; if(window.DFLIP && window.DFLIP.parseBooks){window.DFLIP.parseBooks();}<\/script><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia selalu memiliki cara unik dalam mengarungi perjalanan pendidikannya. Disatu sisi, negara menetapkan kurikulum nasional yang berlaku untuk semua satuan pendidikan, lengkap dengan capaian pembelajaran yang diharapkan. Di sisi lain, pesantren sebagai lembaga pendidikan islam klasik tetap bertahan dengan tradisi keilmuannya, mengajarkan kitab kuning, menanamkan akhlak, serta membentuk spiritualitas santri. Keduanya seperti dua arus besar yang kerap dianggap berbeda, padahal sejatinya bisa saling menguatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perjalanan panjang pendidikan bangsa, sinergiantara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.<br>Hal ini bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang sudah dihidupi oleh banyak lembaga pendidikan Islam, salah satunya Pondok Pesantren Nurul Jadid<br>di Probolinggo. Di sana, kurikulum nasional dan kurikulum pesantren berjalan berdampingan, bahkan berpadu, tanpa meniadakan satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurikulum nasional hadir dengan garis besar capaian pembelajaran, mengatur arah setiap mata pelajaran, dan memberi kebebasan kepada siswa untuk<br>memilih bidang sesuai minat serta kompetensinya. Sementara kurikulum pesantren berakar pada tradisi tafaqquh fid-din, pendalaman ilmu agama yang kuat<br>melalui kajian kitab kuning. Jika keduanya dipertemukan dengan cara yang tepat, maka hasilnya adalah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam moral dan spiritual. Nurul Jadid misalnya, menerapkan sistem terpadu. Santri baru diwajibkan mengikuti program penguasaan dasar agama selama tiga bulan dengan metode blocking, sebelum mereka masuk ke jenjang pelajaran lainnya. Langkah ini sejalan dengan prinsip kurikulum nasional yang berbasis fase, namun tetap menjaga identitas khas pesantren. Hasilnya, santri memiliki fondasi keagamaan yang kuat sekaligus kemampuan akademik yang diakui secara formal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengakuan ini menjadi bukti penting. Santri yang menamatkan pendidikan formal di pesantren dapat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi nasional maupun internasional. Artinya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi&#8230; <span class=\"has-vivid-cyan-blue-color has-text-color has-link-color\">Baca selengkapnya (klik gambar diatas)<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"725\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y-725x1024.jpg\" alt=\"\" style=\"display:none;\" class=\"wp-image-240\" style=\"aspect-ratio:0.7080184098298358;width:261px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y-725x1024.jpg 725w, https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y-212x300.jpg 212w, https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y-768x1085.jpg 768w, https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg 906w\" sizes=\"auto, (max-width: 725px) 100vw, 725px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia selalu memiliki cara unik dalam mengarungi perjalanan pendidikannya. Disatu sisi, negara menetapkan kurikulum nasional yang berlaku untuk semua satuan pendidikan, lengkap dengan capaian pembelajaran yang diharapkan. Di sisi lain, pesantren sebagai lembaga pendidikan islam klasik tetap bertahan dengan tradisi keilmuannya, mengajarkan kitab kuning, menanamkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-242","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v22.5 (Yoast SEO v22.5) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Majalah Edisi 37 - Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional - MA Nurul Jadid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Majalah Edisi 37 - Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Indonesia selalu memiliki cara unik dalam mengarungi perjalanan pendidikannya. Disatu sisi, negara menetapkan kurikulum nasional yang berlaku untuk semua satuan pendidikan, lengkap dengan capaian pembelajaran yang diharapkan. Di sisi lain, pesantren sebagai lembaga pendidikan islam klasik tetap bertahan dengan tradisi keilmuannya, mengajarkan kitab kuning, menanamkan akhlak, serta membentuk spiritualitas santri. Keduanya seperti dua arus besar yang kerap dianggap berbeda, padahal sejatinya bisa saling menguatkan.Dalam perjalanan panjang pendidikan bangsa, sinergiantara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.Hal ini bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang sudah dihidupi oleh banyak lembaga pendidikan Islam, salah satunya Pondok Pesantren Nurul Jadiddi Probolinggo. Di sana, kurikulum nasional dan kurikulum pesantren berjalan berdampingan, bahkan berpadu, tanpa meniadakan satu sama lain.Kurikulum nasional hadir dengan garis besar capaian pembelajaran, mengatur arah setiap mata pelajaran, dan memberi kebebasan kepada siswa untukmemilih bidang sesuai minat serta kompetensinya. Sementara kurikulum pesantren berakar pada tradisi tafaqquh fid-din, pendalaman ilmu agama yang kuatmelalui kajian kitab kuning. Jika keduanya dipertemukan dengan cara yang tepat, maka hasilnya adalah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam moral dan spiritual. Nurul Jadid misalnya, menerapkan sistem terpadu. Santri baru diwajibkan mengikuti program penguasaan dasar agama selama tiga bulan dengan metode blocking, sebelum mereka masuk ke jenjang pelajaran lainnya. Langkah ini sejalan dengan prinsip kurikulum nasional yang berbasis fase, namun tetap menjaga identitas khas pesantren. Hasilnya, santri memiliki fondasi keagamaan yang kuat sekaligus kemampuan akademik yang diakui secara formal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"MA Nurul Jadid\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-29T04:26:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"906\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/\",\"url\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/\",\"name\":\"Majalah Edisi 37 - Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional - MA Nurul Jadid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y-725x1024.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-29T02:53:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-29T04:26:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg\",\"width\":906,\"height\":1280},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Majalah Edisi 37 &#8211; Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#website\",\"url\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/\",\"name\":\"MA Nurul Jadid\",\"description\":\"Paiton Probolinggo\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#organization\",\"name\":\"MA Nurul Jadid\",\"url\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/logo-manj-250x250-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/logo-manj-250x250-1.jpg\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"MA Nurul Jadid\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Majalah Edisi 37 - Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional - MA Nurul Jadid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Majalah Edisi 37 - Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional","og_description":"Indonesia selalu memiliki cara unik dalam mengarungi perjalanan pendidikannya. Disatu sisi, negara menetapkan kurikulum nasional yang berlaku untuk semua satuan pendidikan, lengkap dengan capaian pembelajaran yang diharapkan. Di sisi lain, pesantren sebagai lembaga pendidikan islam klasik tetap bertahan dengan tradisi keilmuannya, mengajarkan kitab kuning, menanamkan akhlak, serta membentuk spiritualitas santri. Keduanya seperti dua arus besar yang kerap dianggap berbeda, padahal sejatinya bisa saling menguatkan.Dalam perjalanan panjang pendidikan bangsa, sinergiantara kurikulum nasional dan kurikulum pesantren menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.Hal ini bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang sudah dihidupi oleh banyak lembaga pendidikan Islam, salah satunya Pondok Pesantren Nurul Jadiddi Probolinggo. Di sana, kurikulum nasional dan kurikulum pesantren berjalan berdampingan, bahkan berpadu, tanpa meniadakan satu sama lain.Kurikulum nasional hadir dengan garis besar capaian pembelajaran, mengatur arah setiap mata pelajaran, dan memberi kebebasan kepada siswa untukmemilih bidang sesuai minat serta kompetensinya. Sementara kurikulum pesantren berakar pada tradisi tafaqquh fid-din, pendalaman ilmu agama yang kuatmelalui kajian kitab kuning. Jika keduanya dipertemukan dengan cara yang tepat, maka hasilnya adalah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam moral dan spiritual. Nurul Jadid misalnya, menerapkan sistem terpadu. Santri baru diwajibkan mengikuti program penguasaan dasar agama selama tiga bulan dengan metode blocking, sebelum mereka masuk ke jenjang pelajaran lainnya. Langkah ini sejalan dengan prinsip kurikulum nasional yang berbasis fase, namun tetap menjaga identitas khas pesantren. Hasilnya, santri memiliki fondasi keagamaan yang kuat sekaligus kemampuan akademik yang diakui secara formal.","og_url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/","og_site_name":"MA Nurul Jadid","article_modified_time":"2026-01-29T04:26:19+00:00","og_image":[{"width":906,"height":1280,"url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/","url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/","name":"Majalah Edisi 37 - Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional - MA Nurul Jadid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y-725x1024.jpg","datePublished":"2026-01-29T02:53:32+00:00","dateModified":"2026-01-29T04:26:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#primaryimage","url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg","contentUrl":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/photo_6321139649019055646_y.jpg","width":906,"height":1280},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/majalah-edisi-37-pesantren-puzzle-terakhir-lengkapi-kurikulum-nasional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Majalah Edisi 37 &#8211; Pesantren: Puzzle Terakhir Lengkapi Kurikulum Nasional"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#website","url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/","name":"MA Nurul Jadid","description":"Paiton Probolinggo","publisher":{"@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#organization","name":"MA Nurul Jadid","url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/logo-manj-250x250-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/logo-manj-250x250-1.jpg","width":250,"height":250,"caption":"MA Nurul Jadid"},"image":{"@id":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":261,"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/242\/revisions\/261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manuruljadid.sch.id\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}