• icon085178707707
  • iconmanuruljadid@gmail.com
  • iconPaiton, Probolinggo 67291

Antusias! Siswi XI IIS Aktif Tanyakan Setiap Jengkal Sejarah

Minggu, 17 Mei 2026 13:58 WIB 156 Budaya
Blog Details

Probolinggo - Perubahan raut wajah siswi peminatan Ilmu-Ilmu Sosial IIS MA Nurul Jadid (MANJ) terlihat jelas, begitu mereka menapakkan kaki di halaman Museum Dr. Mohamad Saleh, pada Selasa (12/05) lalu. Sinar antusias segera tertangkap oleh petugas penjaga museum. Tidak sedikit dari siswi yang segera menghampiri monumen Dr. Mohamad Saleh yang berada tepat di hadapan bangunan museum itu.  Berdecak kagum membaca biografi singkat yang tertulis di sana.

Untuk memulai kegiatan Situs Penelitian Sejarah, Alfan Pratama Putra selaku Pembina organisasi jurusan IIS, Assosiation of Social Program Student (ASPS), segera meminta siswi untuk berbaris sesuai kelompok yang telah di tentukan sehari sebelum pemberangkatan.

Besarnya antusiasme siswi tergambar jelas, mereka melontarkan banyak pertanyaan yang membuat edukator museum kagum atas rasa ingin tahu siswi yang berkobar. Bahkan, Ustaz Alfan tidak menyangka bahwa siswi bisa sangat bersemangat seperti itu.

 “Awalnya, saya kira siswi akan kurang tertarik untuk meneliti Sejarah-sejarah tersebut. Nyatanya, mereka sangat bersemangat dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bagus. Hal itu yang menggambarkan rasa ingin tahu siswi,” ungkapnya.

Setiap sudut bangunan dan barang-barang peninggalan Dr. Mohamad Saleh memberikan kesan masa lalu yang sangat kuat. Bangunan bergaya eropa-jawa yang menjadi rumah sakit pertama di Kota Probolinggo itu membuat siswi seakan Kembali ke masa tahun 19-an.

Vibe-nya beda banget, kalau di museum pada umumnya kita hanya melihat peninggalan yang ada, di sini enggak. Di museum Dr. Mohamad Saleh ini, bahkan perasaan hawa penjajahan belandanya masih kerasa. Tidak hanya barang-barang peninggalan saja yang asli, tapi perasaan bersejarahnya juga asli,” ucap salah satu siswi.

Belum selesai terkejut dengan segala peninggalan yang ada, seperti ruangan tersembunyi di bagian atas bangunan, siswi IIS Kembali di buat shock Ketika edukator museum mengatakan bahwa ada tempat persembunyian di bawah tanah. “Bunker ini belum pernah diteliti. Sempat akan dilakukan eskafasi, namun dikhawatirkan akan jebol dan merusak situs bersejarah itu,” papar Bapak Ahmad Yariyanto, salah satu Edukator museum.

Setelah mengelilingi hampir seluruh bagian Museum Dr. Mohamad Saleh, Ustaz Dwi Candra Wibawa, selaku guru pendamping sekaligus guru pengajar Sejarah Indonesia, memberi wejangan. “Dengan adanya kegiatan ini, kalian bisa memberikan pengetahuan tentang siapa sosok Dr. Mohamad Saleh, mengenang jasa beliau yang begitu besar, dan agar peninggalan-peninggalan beliau bisa terjaga dan terawat dengan baik,” tuturnya.

“Hebat banget Dr. Mohamad Saleh, meskipun beliau adalah orang yang ditugaskan khusus untuk belanda, beliau tetap memperhatikan bangsa sendiri tanpa melihat perbedaan. Dengan keadaan pertempuran belanda, beliau tetap berusaha untuk mempertahankan bangsanya sendiri. Keren sih!,”

Siswi XI IIS 2 itu tak henti-hentinya menatapi barang-barang peninggalan yang berada di museum itu hingga mereka segera bertolak menuju Museum Kota Probolinggo. Kedua museum yang menjadi Lokasi Situs Penelitian Sejarah tersebut telah ditetapkan sejak setahun yang lalu.

Ustaz Alfan mengaku, 2 museum itu ditetapkan sebagai Lokasi Situs Penelitian Sejarah  sebab tema yang di ambil oleh Ustaz Candra adalah Hindia-Belanda. Sehingga, siswi bisa semakin mengetahui Sejarah Indonesia dan mencintai Sejarah yang ada.

Tentunya, kegiatan ini memiliki tujuan. Sebagai siswi IIS, anak sosial, mereka harus bisa terjun secara langsung ke Masyarakat. Dengan cara melatih otak untuk berfikir kritis sehingga melatih diri untuk bisa menjadi peneliti yang baik dan benar.

“Di saat kuliah nanti, akan banyak bertemu dengan tugas penelitian. Oleh sebab itu, semoga dengan kegiatan ini adalah Langkah awal untuk membantu siswi menuju jenjang berikutnya,” ujar Ustaz Alfan.

Begitu melihat, memperhatikan segala artefak yang ada di Museum Kota Probolinggo, antusias siswi tidak hilang sedikit pun. Mereka tetap aktif bertanya, yang bahkan sempat membuat edukator museum kewalahan menghadapi 38 siswi yang sangat bersemangat secara sekaligus.

Tak hanya itu, siswi juga menanyakan dari mana saja barang peninggalan itu berasal. Ketika mereka mengetahui bahwa Sebagian besar artefak di museum itu adalah replika, mereka cukup terkejut mengetahui bahwa barang aslinya berada di belanda.

“hampir semua barang adalah replika. Yang asli ada di negeri kincir angin di sana. Hal itu dikarenakan, pada saat setelah penjajahan, belanda membawa semua hal yang menurut mereka unik, yang tidak ada di negara mereka. Sehingga mereka mendokrin bahwa barang-barang itu milik mereka,” terang salah satu edukator Museum Kota Probolinggo itu.

“Aku sempat nggak mau ikut kegiatan ini, tapi setelah dipikir Kembali, kapan lagi punya momen bareng sama anak-anak sekelas. Tapi, setelah perjalanan yang tidak bisa dibilang singkat ini, aku tidak menyesal sudah ikut. Karena dari kegiatan ini, aku dapat ilmu baru, fakta baru, momen dan pengetahuan baru yang lebih luas,” ungkap siswi asal bondowoso itu dengan sorot berbinar

Berakhirnya Situs Penelitian Sejarah tersebut di tutup dengan makan siang bersama sebelum kembali ke Pesantren tercinta. Pondok Pesantren Nurul Jadid. (jfa)