Dr. Hosnan menjelaskan level proses kognitif kepada guru MA Nurul Jadid di acara Bimtek KCB
Probolinggo, 25 Juli 2026 – Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jadid Paiton Probolinggo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Sabtu (25/7/2026) pukul 10.30 WIB di Aula MA Nurul Jadid. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan kebijakan kurikulum terbaru di lingkungan madrasah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala MA Nurul Jadid yang menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Kepala madrasah berharap seluruh guru dapat memahami konsep Kurikulum Berbasis Cinta dan mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Pada sesi utama, Dr. Hosnan, M.Pd.I. selaku narasumber menyampaikan materi mengenai filosofi, konsep, serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Beliau menjelaskan bahwa KBC merupakan pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai cinta dalam setiap aktivitas pendidikan, sehingga proses belajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Menurut Dr. Hosnan, Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan peserta didik kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, rasa cinta kepada tanah air, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan melalui setiap proses pembelajaran yang berlangsung di madrasah. Dengan demikian, pendidikan menjadi sarana untuk membangun generasi yang berilmu sekaligus berkarakter.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada para guru untuk bertanya dan berbagi pengalaman mengenai penerapan KCB di kelas. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan gagasan yang muncul terkait strategi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti praktik penyusunan perangkat ajar berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Pada sesi ini, guru-guru mulai menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam tujuan, materi, metode, maupun asesmen pembelajaran.
Melalui kegiatan Bimtek ini, MA Nurul Jadid berharap seluruh guru memiliki pemahaman yang utuh serta kesiapan dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan mendukung terwujudnya peserta didik yang religius, berkarakter, serta unggul sesuai dengan visi madrasah. (AK)