DIALOG: Para pengurus MANJ (posisi kanan) secara bergantian memberikan jawaban atas pertanyaan dari perwakilan kelas dalam forum Serap Aspirasi Siswa (SAS).
Terdata 41 Poin Aspirasi yang Disampaikan
MANJ- Sebagai organisasi perwakilan kelas, Majelis Perwakilan Siswa (MPK) putri MA Nurul Jadid (MANJ) menggelar sebuah forum dialog antara siswi dengan pihak madrasah. Puluhan siswi dari perwakilan kelas XI dan XII MANJ putri kemarin (1/10/22) hadir dalam sebuah acara Serap Aspirasi Siswi (SAS).
Acara yang dihelat di meeting room MANJ itu turut menghadirkan para pengurus MANJ, mulai dari jajaran pimpinan seperti wakil kepala madrasah bidang kurikulum, kesiswaan, dan humas serta kepala TU, perpustakaan, pembina MPK, OSIM, kedisiplinan dan ketua-ketua peminatan juga hadir.
Menurut ke ketua MPK putri Nilnas Shava Aulia, SAS digelar sebagai jembatan penyambung aspirasi dari siswi kepada pihak madrasah. “Selain menjadi media penyambung aspirasi siswi, SAS juga menjadi bahan koreksi untuk kita semua, baik dari siswi dan juga dari madrasah,” ungkap siswi asal kelas XII IPA 2 itu.
Dalam dialog yang dimulai sekira pukul 10: 00 itu, terdata cukup banyak beberapa usulan dan kritikan, setidaknya terdata 41 poin. Semua usulan dan kritikan itu, sebelumnya oleh pihak MPK telah diinfokan kepada seluruh kelas untuk menyampaikan uneg-unegnya secara tertulis.
“Tanggal 27 September, seluruh kelas XI dan XII kami berikan kesempatan untuk meyampaikan keluhannya secara tertulis, kemudian kami bawa ke forum SAS untuk ditanggapi oleh pihak madrasah, sedangkan kelas X masih ikut KBM furudhul ainiyah dari biro pendidikan selama tiga bulan, makanya tidak kami libatkan,” ucap Sefa panggilan akrab sang ketua MPK putri.

[Ustaz Mukhtarullah selaku Waka Kesiswaan dan pembina MPK saat menjawab poin-poin pertanyaan.]
Dalam dialog yang berlangsung, semua usulan dan kritikan dijawab oleh pihak-pihak yang memiliki korelasi dengan bidangnya. Meski kepala madrasah dan wakil kepala bidang sarana tidak bisa hadir karena berhalangan. Oleh Waka Kurikulum, poin usulan dan kritikan dipastikan akan di sampaikan kepada pimpinan dan pihak terkait agar segera ditindak lanjuti.
“Saya pastikan semua dari dialog ini akan kami sampaikan kepada kepala madrasah dan pihak terkait lainnya yang tidak bisa hadir agar bisa dipelajari dan ditindak lanjuti, jadi seluruh poin pertanyaan dan tanggapan mohon untuk di dokumentasi,” tandas Ustaz Moh. Naim selaku waka kurikulum MANJ disela-sela memberikan jawaban.
Senada dengan beliau, Ustaz Mawardi selaku waka humas MANJ turut memberikan tanggapan positif, beliau sangat mendukung acara yang digelar oleh MPK. Menurutnya sebagai lembaga profesional, MANJ memang sangat perlu memberi ruang dialog untuk warganya, karena itu merupakan implementasi dari UU pemerintah nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.
“SAS ini sangat positif demi kemajuan kita bersama, dan tentu kita telah ikut andil dalam merealisasikan amanat UU pemerintah nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, dengan demikian acara ini memiliki payung hukum yang jelas, acara ini perlu tetap dilanjutkan,” dukung beliau.
Mengetahui apresiasi positif dari pihak madrasah, MPK putri akan menggelar SAS secara rutin. “Insyaallah SAS akan kita gelar lebih rutin, bisa bulanan dan triwulan, sehingga kita semua bisa mengetahui realisasinya,” pungkas Sefa meyakinkan. (hms)