KUNJUNGAN JURNALISTIK: Anggota Redkasi Lembaga Pers Siswa (KHARISMA) putri saat di Jawa Pos
MANJ– Sebanyak lima belas siswi Lembaga Pers Siswa (LPS) Kharisma MA Nurul Jadid (MANJ) mengunjungi Jawa Pos Gedung Graha Pena Suarabaya. Ustaz Mawardi menyampaikan tujuan utama kunjugan ‘Studi Journalism Jawa Pos’ itu selain memperdalam wawasan juga mempertajam insting jurnalistik anggota redaksi KHARISMA, Senin (13/11) lalu.
[Diskusi jurnalistik di ruang meeting redaksi Jawa Pos]
“Tujuannya untuk menambah wawasan kru redaksi KHARISMA, juga mempertajam insting jurnalistik dengan melihat bagaimana prospek kerja orang yang berkompeten di bidang jurnalistik. Meski harus menunggu respon dari pihak Jawa Pos untuk melaksanakan kunjungan. Sejauh ini kendala hanya ketika pandemi COVID-19 menyebabkan tidak terealisasi akibat locdown,” papar ustaz yang menggunakan kacamata terseut.
Saat di dapur redaksi Jawa Pos itulah, Ustaz Wawank (sapaan akrab beliau) sempat menunjukkan kreatifitas anak didiknya yang telah menerbitkan majalah Kharisma dan Koran siswa. Hal itu direspon positif oleh pihak Jawa Pos. “Wah itu luar biasa, di zaman saat ini, para siswi tetap produktif hingga bisa bikin produk pers,” cetus Arianti Kurnia Rakhmana, salah satu redaktur Jawa Pos.

[Ustaz Mawardi saat menunjukkan koran MANJ Pos]
Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, kali ini KHARISMA mendapati dua anggota praktikum Universitas Nurul Jadid (UNUJA) jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang juga ikut serta dalam belajar lapangan ke Jawa Pos. Selain itu, kru redaksi Kharisma juga menyaksikan prosesi penayangan berita di Jawa Pos TV.
[Saat penayangan "Update Siang" di studio Jawa Pos TV]
“Selain lima belas redaksi Pers KHARISMA ada juga dari mahasiswi KPI yang sedang melaksanakan praktikum di MANJ ikut dalam kunjungan Jawa Pos tahun ini. Sebab, korelasi ilmu jurnalistik dengan jurusan KPI masih bersangkut-paut. Harapannya dapat menambah wawasan mahasiswi terhadap eksistensi perusahaan pers mainstream pada zaman digitalisasi informasi saat ini,” tandas guru asal Situbondo tersebut. (mrs)