• icon085178707707
  • iconmanuruljadid@gmail.com
  • iconPaiton, Probolinggo 67291

PKKM di MANJ Oleh Dua Pengawas dari Kemenag Kabupaten: Kepala MANJ masih layak terus menjadi leadernya

Minggu, 20 Nov 2022 13:07 WIB 1207 Madrasah
Blog Details

PKKM: Ustaz Husnan Abrori (kiri) saat melakukan PKKM bersama Ustaz Abdul Aziz (kanan) saat melakukan PKKM terhadap beberapa pengurus MANJ.

MANJ- Dua pengawas di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Ustaz Husnan Abrori bersama Ustaz Abdul Aziz melakukan monitoring Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di MA Nurul Jadid (MANJ). Keduanya tiba di MANJ sekira pukul 08:30 dan langsung melaksanakan PKKM hingga pukul 11 lebih hari ini (20/11/22).

Diakhir pemeriksaan terhadap beberapa bukti administrasi, Ustaz Husnan Abrori memberikan apresiasi positrif. Menurut pengawas jebolan S2 itu secara administrasi PKKM di MANJ sudah bagus tapi ada beberapa catatan penting oleh beliau untuk MANJ. Beliau fokus pada penilaian komponen A, meliputi pengembangan madrasah dan managerial.

[suasana prosesi pemeriksaan administrasi dan bukti fisik oleh kedua pengawas dari Kemenag Kabpaten Probolinggo di MANJ]

“Pada dokumen surat harus ada katalog, pada arsip harus sesuai dengan kode suratnya. Setiap pertemuan dalam pembelajaran harus ada penilaian,” tandas mantan kepala MTs Nurul Yaqin Paiton itu di sela-sela akhir pengarahan usai melakukan PKKM. Bahkan beliau memberikan support terhadap hasil kinerja kepala MANJ.

“Dengan beberapa bukti admninistrasi dalam PKKM ini, menunjukkan bahwa garis komando dan pelaksanaanya bisa dikatan baik, maka tak berlebihan jika saya memberikan penilaian bahwa Ustaz Lukman selaku kepala madrasah masih layak untuk terus menjadi kepala madrasah,” ungkapnya disambut aplaus para pengurus yang hadir.

Selain beliau, Ustaz Abdul Aziz juga memberikan catatan pula di akhir PKKM. Ustaz Abdul Aziz fokus pada pemeriksaan komponen B meliputi kewira usahaan dan super visi. “Perlu adanya dokumen akuisisi oleh pesantren terkait pengembagan usaha madrasah, perlu juga adanya pertemuan dengan wali siswa khusus MANJ dengan persetujuan pesantren, PKG tak hanya laporan tapi juga menjadi program,” tandas beliau.

Sebelum usai, ustaz Husnan Abrori mengingatkan bahwa menjadi guru dan tenaga pendidikan di pesantren memimiki tugas berat, meski demikian menurut beliau, para alumnus pesantren itu memiliki semangat yang tinggi, karena pengabdian para asatiz dan tenega kependidikannya memiliki jiwa pengabdian yang total bukan semata hanya nominal.

“Orang baik itu menjadi baik sementara berpura-pura baik itu yang tidak baik,” pungkas beliau mengahiri PKKM di ruang meeting MANJ. (hm4as)