SANG JUARA: Maria Alfaradela (foto: kiri) ketika menerima hadiah juara satu berupa tropi dan dana pembinaan dari ketua Lakpesdam NU MWCNU Paiton Ustaz Ponirin Mika.

Presentasi Meyakinkan, Sabet Juara Satu Se-Probolinggo di LKTI MWCNU Paiton

2021-04-05 | 07:40 144 Madrasah

MANJ- Maria Alfaradela, siswi MA Nurul Jadid (MANJ) kelas XI PK 2 itu benar-benar mampu meyakinkan dewan juri, sehingga dia dinilai layak menjadi juara satu dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) se-Kabupaten Probolinggo, pada Jumat lalu (1/4/21) di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo.

Di acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) MWCNU Paiton itu, Maria bercerita, ia menjadi peserta pamungkas saat tampil, pesertanya dari delegasi MA dan SMA se Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah dengan judul peran pemuda NU dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Saya berusaha tampil maksimal saat prersentasi,” tutur peraih juara dua Lomba Karya Tulis Ilmiah Qur’ani PPIQ Ponpes Nurul Jadid beberapa waktu lalu pada MANJ-online.

Dengan judul tersebut, siswi yang menjabat sebagai wakil ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MANJ itu menjelaskan, materinya harus cukup simpel tapi padat, karena juri memberinya waktu maksimal 10 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab.

Tahapan revolusi industri dari masa ke masa dan permasalahan 4.0 di sosial media ia ungkap dalam penyajiannya. Bahkan dari saking semangatnya, Maria juga menyinggung sekilas industri 5.0. Namun karena fokus kajiannya adalah industri 4.0, siswi asal Kabupaten Jember tersebut mengaku tidak membahas industri 5.0 panjang lebar.

“Untuk saat ini Indonesia masih pada tahap industri 4.0 kalau Jepang sudah memulai mengembangkan industry 5.0. Maka pemuda NU harus berkontribusi di sosmed, mulai dari webinar, meme dan lain-lain yang intinya untuk syiar dan menangkal radikalisme, hoax dan isu-isu SARA,” ungkap editor majalah Kharisma tersebut meyakinkan juri.

Berkat pengalamannya terbiasa tampil di forum-forum ilmiah, seperti beberapa waktu lalu di munadlarah ilmiyah MANJ, Maria yang juga aktif sebagai anggota IPPNU saat presentasi dihadapan juri tak lagi membawa naskah. “Saya presentasi langsung mengupas materi dan banyak berdialog dengan dewan juri,” cetusnya.

Dengan prestasi jura satu itu, siswi asal Kabupaten Jember tersebut menerima tropi dan dana pembinaan sebesar Rp. 750 ribu rupiah. “Alhamdulillah, ada rejeki tambahan untuk persiapan liburan ramadlan,” pungkasnya seraya tersenyum. (b4d)

Privacy Policy , Terms & Conditions