PEMBINAAN: Ustaz Husnan Abrori, M.Pd. (foto paling kiri) saat memberikan materi di dampingi kepala MAN1 Paiton (tengah) Ustaz As'adi, M.Pd. kepala MANJ Ustaz Misbahul Munir, M.Pd.I (paling kanan)
MANJ- Ustaz Husnan Abrori, sebagai pengawas kepala madrasah aliyah di lingkungan Kemenetrian Agama (Kemenag) kabupaten Probolinggo, memberikan pembinaan leadership dan managerial kepada 38 kepala madrasah aliyah beserta operator madrsah sekecamatan Paiton, Kamis pagi (12/1/23) di ruang meeting Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ).
Dalam pembinaannya, pengawas banyak memberikan motivasi dan refleksi tentang peran kepala madrasah, khususnya bagi kepala madrasah aliyah di bawah binaannya. “Pada Januari hingga Desember pada tahun 2022 pembinaan memang menjadi program pengawas dari Kemenag, namun di tahun 2023 saya sangat mengaharapkan kepala madrasah juga bisa menyusun program, minimal kontrol dan menejerialnya,” ungkap beliau di awal pematerian.

[Ustaz Husnan Abrori saat memberikan pembinaan di hadapan para kepala madrasah aliyah dan operator di ruang meeting MANJ.
Karenanya, beliau juga mengimbau, menjadi pimpinan di lembaga pendidikan harus memiliki beberapa program utama yang harus dikuasai dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya, “Kegiatan managemen tidak terlepas dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan,” tegas pengawas yang saat ini tengah menempuh studi doktoral.
Hal itu beliau sampaikan mengacu kepada hasil refleksi pada tahun kemarin, menurutnya rata-rata dari hasil Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) hanya fokus kepada supervisi akademik. “Untuk supervisi managerialnya masih lemah, kecuali beberapa sekolah yang sudah terdata dan MA binaan SIP (Spiritual Inovatif Profesional, Red.) oleh saya,” tandas beliau.
Di hadapan peserta yang nota bene adalah kepala madrasah itu, beliau sangat komunikatif memberikan materi. Managerial leadership di paparkan oleh beliau, beliau juga, mencontohkan tentang tipologi kepemimpinan yang sering dijumpai dalam kehidupan seharihari. “Ada orang yang bertipe melihat, melihat dan bergerak, melihat-bergerak-menyelesaikan, semoga kita bisa menjadi tipe yang terakhir itu,” paparnya.
[Ustaz Husnan Abrori cukup komunikatif dan variatif dalam menyampaikan materinya]
Selain memberikan motivasi kepemimpinan, beliau juga memberikan petunjuk teknis tentang Evaluasi Diri Madrasah, Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja Tahunan. “Karena untuk EDM, RKJM dan RKT untuk tahun ini ada perubahan dalam petunjuk pengisian poin pada komponennya dan para operator harus bisa memahami dalam mengisi formnya, sehingga saat Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di laksanakan bisa mendapat nilai yang sangat baik,” jelas beliau.
Sebelum pembinaan dimulai, acara tersebut kepala MANJ yang baru Ustaz Misbahul Munir diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri, pasalnya menjadi kepala MANJ juga sejkaligus menjadi ketua KKMA3 yang saat ini beranggota 24 Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Dalam sambutannya itu kepala MANJ juga sempat menceritakan napak tilas beliau selama studi PP Nurul Jadid.
“Saya alumni MANJ, sempat menadi guru MANJ dan dengan kemenag juga punya kedekatan, pasalnya sertifikasi saya di bawah kemenag meski saya mengajarnya di SMANJ. Dengan acara ini saya tentu sangat perlu bimbingan khususnya dari pengawa kemenag,” ungkap beliau di awal sambutan. (hum4s)