UPACARA BENDERA: Ustaz Abdillah (foto paling kiri) sebagai inspektur uapaca peringatan hari Pancasila di MANJ.
MANJ- Ada yang istimewa pada upacara peringatan hari Pancasila kali ini, pasalnya pada upacara di Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) yang bertepatan dengan peringatan hari Pancasila, turut juga dibacakan Tri Logi dan Panca Kesadaraan Santri, Kamis pagi (1/6/23).
Inspektur uapacara Ustaz Abdillah usai pembacaan teks Pancasila melanjutkan dengan pembacaan Tri Logi dan Panca Kesadaran Santri. Seluruh peserta upacara yang hadir mulai dari para siswa dan unsur guru mengikuti serempak pembacaan teks tersebut.
“Tri Logi Santri, 1 Memperhatikan kewajiban fardhu ‘ain, 2 Mawas diri terhadap perbuatan dosa-dosa besar, 3 Berbudi luhur terhadap Allah dan sesama makhluk. Panca Kesadaran Santri, 1 Kesadaran beragama, 2 Kesadaran berilmu, 3 Kesadaran bermasyarakat, 4 kesadaran berbangsa dan bernegara, 5 kesadaran berorganisasi,” demikian pembacaan teks Tri logi dan Panca Kesadaran Santri yang dibacakan beliau.
Usai pembacaan teks tersebut inspektur upacara memberikan amanat. Menurut beliau momen upacara jangan hanya dijadikan momen seremonial belaka, melainkan harus dijadikan sebagai media untuk terus meningkatkan motivasi dan kedisiplinan. Selain itu tujuan lainya adalah untuk mengenang jasa para pahlawan terlebih muassis (pendiri) Pondok Pesantren Nurul Jadid.
“Dengan rutinitas upacara mari kita tingkatkan kedisiplinan kita dalam belajar, baik di madrasah dan di pondok, tetap mengedepankan prilaku berakhlak yang baik, karena berakhlak mulia itu menjadi amal dari ilmu yang kita peroleh,” tandas beliau dalam amanatnya.
Koordinator peminatan keagamaan itu juga menyitir ungkapan Imam Ghazali dalam Ayyuhal walad bahwa ilmu tanpa amal suatu “kegilaan” sedangkan amal tanpa ilmu tidak akan bisa. Untuk itu beliau mengimbau agar antara ilmu, akhlak dan amal menjadi kesatuan agar dalam kehidupan individu dan sosial tetap memiliki kedisiplinan dan beraklakul karimah. (hum4s)