• icon082230486626
  • iconmanuruljadid@gmail.com
  • iconPaiton, Probolinggo 67291

Berkat Gus Dur, Sukses Sabet Juara Dua Kompetisi Nasional

Kamis, 14 Mar 2024 13:15 WIB 1071 Prestasi
Blog Details

SANG JUARA CERPEN: Wahdana Nafisatuz Zahra siswi kelas XI unggulan Peminatan Keagamaan 2 (PK2).

MANJ-  Cerpen bertema keberagaman karya Wahdana Nafisatuz Zahra sukses mengantarkan siswi MA Nurul Jadid (MANJ) kelas XI unggulan Peminatan Keagamaan (PK) 2 meraih juara dua nasional, prestasi itu diraih pada kompetisi Santri Bercerita yang diadakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) pada 25 Februari lalu.

Menurut Zahra, kemenangannya itu merupakan sebuah kebetulan yang telah direncanakan oleh Tuhan. “Saya awalnya nggak nyangka, karena ini kompetisi tingkat nasional. Tapi mungkin ada peran barokahnya mbah Gus Dur juga, soalnya cerpen saya memuat tentang beliau,” ujar siswi kelas XI PK 2 itu.

Zahra mengungkapkan, sosok KH. Abdurrahman Wahid sangat cocok jika dikaitkan dengan keberagaman. Cara beliau menyikapi keberagaman di Indonesia dinilai  sangat relevan bahkan hingga sekarang. Itu sebabnya mengapa Zahra memilih untuk menyinggung sosok Gus Dur beberapa kali dalam cerpennya.

Bermula dari sebuah link yang didapatkan orang tuanya dari grup Whatshap, Zahra yang awalnya ragu, setelah dibujuk oleh kedua orang tuanya, akhirnya setuju untuk mengikuti kompetisi Santri Bercerita di tengah kesibukannya melalui kompetisi LSRC yang diadakan asramanya selama sebulan penuh.

Siswi asal Banyuwangi itu mengaku sempat tidak percaya diri akibat beberapa kegagalan yang sempat menimpanya. “Kala itu saya agak down, karena pernah ikut beberapa lomba tapi hasilnya kalah. Namun karena orang tua yang minta, saya sami’na wa ato’na saja, dijalani semampunya,” ungkap siswi yang menjadi editor di Lembaga Pers Siswa Kharisma itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari email resmi IPPNU, jadwal pengumuman pemenang molor cukup lama akibat suatu kendala. “Lama tidak ada informasi lanjutan. Saya kira, saya tidak dapat lagi. Ternyata beberapa hari lalu saya dipanggil ustazah dan dikasih tahu pesan dari ayah terkait saya dapat juara dua,” imbuhnya.

Siapa sangka, cerpen bertajuk Sekadar Yusuf yang Berbeda itu berhasil membuat Zahra mendapat hadiah uang sejumlah 1 juta rupiah. “Kalau yang tertera di brosurnya, hadiah meliputi piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Tapi akibat satu kendala, hanya uangnya yang dikasih. Tapi ini juga sudah Alhamdulillah banget,” papar Zahra penuh syukur.

Tidak lupa Zahra juga menambahkan kesannya mengenai sosok Gus Dur. “Gus Dur adalah idola saya sejak kecil. Memang tidak mungkin berharap Gus Dur akan terlahir kembali, namun yang diharapkan adalah bagaimana pemuda Indonesia dapat menjadi penerus beliau, yang memiliki semangat dan perjuanagn tulus untuk menyejahterakan bangsa,” tandasnya. (hms)