• icon082230486626
  • iconmanuruljadid@gmail.com
  • iconPaiton, Probolinggo 67291

Ex-Com IPA MANJ Bedah Strategi Pengelolaan Organisasi

Rabu, 13 Mei 2026 10:11 WIB 100 Ex-Com
Blog Details

Probolinggo – Executive Committee (Ex-Com) Madrasah Aliyah Nurul Jadid menggelar pelatihan keorganisasian intensif pada Selasa (13/05/26). Kegiatan yang digelar di ruang kelas dengan menghadirkan Ponirin Mika sebagai pemateri utama guna memperkuat fondasi manajerial para pengurus organisasi.

Dalam paparannya, Ponirin Mika menekankan bahwa kunci utama keberhasilan sebuah lembaga terletak pada kekuatan sinergitas. Menurutnya, setiap bagian dalam struktur organisasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terintegrasi layaknya sebuah sistem yang utuh untuk mencapai produktivitas maksimal.

Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras mengenai filosofi eksistensi organisasi. Ponirin menegaskan bahwa sebuah wadah baru bisa disebut organisasi jika memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas. Tanpa ketiga elemen fundamental tersebut, perkumpulan manusia hanya akan menjadi sekadar gerombolan tanpa arah yang pasti.

"Visi dan misi adalah ruh. Jika sebuah organisasi bergerak tanpa komitmen terhadap tujuan bersama, maka mereka tidak lebih dari sekadar kerumunan atau gerombolan orang yang kebetulan berkumpul di tempat yang sama," ujar Ponirin di hadapan para peserta.

Dalam sesi teknis, ia membedah instrumen manajemen klasik yang dikenal dengan istilah POAC. Konsep ini merupakan pilar utama dalam mengelola roda organisasi secara profesional agar setiap program kerja dapat terealisasi dengan terukur dan sistematis.



POAC sendiri terdiri dari empat tahapan penting, yakni Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (pelaksanaan), dan Controlling (pengawasan). Ponirin menjelaskan bahwa kegagalan dalam salah satu aspek ini dapat mengakibatkan ketidakefisienan dalam pencapaian target organisasi.

Selain aspek manajerial, pelatihan ini juga menyentuh sisi psikologi kepemimpinan melalui materi Leadership dan Followership. Ia menggarisbawahi bahwa pemimpin yang hebat memerlukan pengikut yang berkualitas, begitu pula sebaliknya, sehingga tercipta harmoni dalam rantai komando.

Ponirin juga memaparkan bahwa pengembangan organisasi di era modern memerlukan sumber daya manusia yang holistik. Ia merinci empat kecerdasan inti yang wajib diasah oleh setiap aktivis organisasi, yakni kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), sosial (SQ), dan spiritual (SQ).

Kombinasi keempat kecerdasan tersebut dinilai menjadi benteng bagi organisasi agar tetap adaptif dan tangguh dalam menghadapi dinamika sosial. Kecerdasan emosional dan sosial, khususnya, sangat berperan dalam menjaga stabilitas internal dan memperluas jaringan kolaborasi eksternal.

Acara ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh jajaran pengurus Ex-Com MANJ. Pelatihan ini diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan prinsip sinergi dan POAC dalam menjalankan amanah kepengurusan satu periode ke depan.