KREATIF: Proses pembuatan olahan jamur, hasil produk dan pembimbingan oleh guru.
Kepala Madrasah: Kini Sedang Proses Labelisasi Halal dari MUI
MANJ- Sebagai salah satu dari implementasi visi dan misi MA Nurul Jadid (MANJ), kreativitas siswinya patut diacungi jempol. Pasalnya siswi peminatan IPA yang tergabung dalam organisasi jurusan bernama Ex-com (Exacta community) berinovasi Jamur Tiram menjadi makanan ringan bernilai ekonomis.
Dalam proses pembuatannya, menurut Ustaz Toha Mansur kepala Lab IPA MANJ. Para siswi itu di bina oleh beberapa guru IPA. Mereka dibimbing mulai dari pengolahan hingga menjadi produk. “Untuk Budidaya jamur oleh guru biologi Ustazah Eva Maya Sari, bagian produksi melibatkan guru fisika Ustazah Mutmainnah Nur dan guru kimia Ustazah Lailaturrizkiyah ,” jelas beliau merinci.
Ide pembuatan budidaya dan produk jamur berasal dari kepala MANJ. “Oleh kepala dimaksudkan sebagai ciri khas MANJ dalam kewirausahaan menghasilkan produk yang bisa dijadikan souvenir bagi para tamu di MANJ hingga dikomersilkan,” tambah beliau.
Mereka memproduksi varian olahan jamur seperti Oyster Mushroom Creaker, Oyster Mushroom Crispy, Oyster Mushroom Raw. “Hanya Oyster Mushroom Raw yang masih berupa bahan mentah,” jelas guru pengampu mata pelajaran Kimia itu.
Rencana ke depan, produksi varian olahan Jamur Tiram di MANJ akan merambah pasar yang lebih luas. Untuk saat ini masih distribusi untuk kalangan internal di lingkungan pesantren. Target pelebaran pangsa pasar adalah masyarakat kelas menengah dan atas. Konsumen memberikan respon cukup baik, kisaran harga setiap kemasan dari yang kecil Rp 5.000 dan yang besar Rp 10.000.
“Produk ini termasuk produk istimewa dengan harga yang istimewa, yang jarang ada di pasaran. Nilai lebihnya, kandungan minyak yang minimalis dan tanpa pengawet. Nantinya produk ini diharapkan akan nongkrong di beberapa etalase waralaba,” harap beliau.
Atas inovasi tersebut, kepala MANJ Ustaz Misbahul Munir sangat antusias dan mendukung sepenuhnya.
“Aspek kewirausahaan ini kita dukung sepenuhnya, saat ini dalam proses labelisasi halal dari MUI, proses ijin produksi dan pematenan merk dari BPPOM, juga proses pengajuan sertifikat halal Self Desclare Halal Center Universitas Nurul Jadid,” tandas sang kepala madrasah meyakinkan. (hms)