PAITON – Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) Paiton,Probolinggo, terus mendorong inovasi dalam proses belajar mengajar. Salahsatunya melalui metode Outing Class atau pembelajaran luar kelas yangditerapkan oleh tenaga pendidiknya guna menciptakan suasana belajar yang segardan tidak membosankan.
Ponirin Mika, salah satu guru pengampu mata pelajaran Tarikhdi MANJ, menjadi sosok yang konsisten menerapkan metode ini. Alih-alih terpaku pada dinding ruang kelas, ia kerap memboyong para siswanya untuk mendalami materi sejarah Islam di halaman sekolah.
Menurutnya, efektivitas belajar tidak ditentukan oleh sekatruangan. Halaman madrasah yang asri dapat menjadi sarana pendukung agar materiyang disampaikan lebih mudah diterima oleh para siswa.
"Bagi saya ruang belajar itu tidak hanya terbatas didalam kelas. Halaman sekolah pun bisa menjadi tempat yang sangat ideal untukkegiatan belajar mengajar," ungkap Ponirin.

Langkah kreatif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak pimpinan madrasah. Kepala MANJ, Ustaz Misbahul Munir, menegaskanbahwa pihaknya sangat mendukung guru-guru yang berani bereksperimen denganmetode mengajar di luar kelas.
"Mengajar itu yang penting materinya tersampaikandengan baik dan siswa merasa senang saat menerima pelajaran," ujar UstazMisbahul Munir.
Ia menambahkan bahwa MANJ sebagai lembaga pendidikanberkomitmen untuk terus mendorong kreativitas guru. Fokus utamanya adalahmemastikan kenyamanan siswa agar tidak terjebak dalam rasa bosan saat mengikutirutinitas akademik.
Dengan adanya metode
pembelajaran terbuka seperti ini, MANJ berharap kualitas serapan ilmu para siswa semakin meningkat, seiring dengan terciptanya ekosistem belajar yang inspiratif dan menyenangkan.