PROBOLINGGO – Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) secara resmi menggelar rapat koordinasi terkait penentuan kelulusan bagi siswa kelas akhir. Kegiatan krusial ini dilaksanakan di ruang rapat pimpinan madrasah pada Sabtu (02/05/26).
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, staf pengajar, serta wali kelas untuk memberikan penilaian objektif terhadap performa siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan. Suasana rapat berlangsung khidmat dan penuh ketelitian guna memastikan hasil yang adil bagi seluruh peserta didik.
Dalam arahannya, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MANJ, Moh. Naim, menekankan bahwa standar kelulusan tahun ini memiliki kriteria yang komprehensif. Ia menjelaskan bahwa kelulusan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud integritas santri.
"Lulusan program Furudul Aini (FA) menjadi syarat utama dalam kelulusan ini," tegas
Moh. Naim di hadapan para peserta rapat. Syarat ini menjadi poin krusial mengingat identitas MANJ sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren.
Program Furudul Aini sendiri merupakan standarisasi pemahaman keagamaan dasar bagi santri, meliputi praktik ibadah harian dan pemahaman kitab kuning. Kegagalan dalam menuntaskan FA secara otomatis akan menghambat status kelulusan siswa di madrasah.
Selain aspek keagamaan, pihak madrasah juga menitikberatkan pada aspek karakter melalui poin kedisiplinan. Siswa yang memiliki catatan pelanggaran berat atau tidak memenuhi standar kehadiran minimal akan ditinjau ulang statusnya.
Aspek akademik tetap menjadi pilar penting dalam rapat tersebut, di mana ketuntasan belajar di semua mata pelajaran menjadi syarat yang tak bisa ditawar. Setiap siswa diwajibkan menyelesaikan seluruh tanggungan nilai dari semester satu hingga semester akhir.
Tak hanya itu, kelengkapan administrasi termasuk urusan keuangan juga menjadi bagian dari prasyarat kelulusan. Hal ini dilakukan demi menertibkan manajemen organisasi dan tanggung jawab siswa terhadap lembaga.
Moh. Naim menambahkan bahwa sinergi antara nilai akademik dan nilai pesantren adalah ciri khas yang dijaga ketat oleh MANJ.
"Kita ingin lulusan kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara spiritual melalui FA tersebut," imbuhnya.
Madrasah secara aktif mengajak semua elemen sekolah, mulai dari guru mata pelajaran hingga pembina asrama, untuk memberikan masukan. Keterlibatan kolektif ini bertujuan untuk menentukan kelayakan lulus atau tidaknya setiap individu kelas akhir secara objektif.
Perdebatan mengenai nasib beberapa siswa yang masih memiliki tanggungan tugas menjadi dinamika dalam rapat tersebut. Para wali kelas diberikan kesempatan untuk memberikan pembelaan atau penjelasan mengenai kondisi nyata anak didik mereka di lapangan.
Waka kurikulum ini menegaskan tidak akan ada toleransi bagi siswa yang secara sengaja mengabaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan sejak awal tahun ajaran. Ketegasan ini diambil demi menjaga mutu dan marwah lulusan Madrasah Aliyah Nurul Jadid.
Data hasil rapat ini nantinya akan dikompilasi dan disahkan melalui surat keputusan resmi dari Kepala Madrasah. Hasil akhir kelulusan dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat sesuai dengan kalender pendidikan yang berlaku.
Orang tua siswa diharapkan dapat memaklumi segala keputusan yang diambil, karena proses penilaian telah melewati pertimbangan yang sangat panjang dan berlapis. Dukungan wali murid dianggap sangat penting dalam mengawal proses akhir pendidikan ini.
Rapat yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan doa bersama, berharap agar para lulusan tahun 2026 ini menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan agama. MANJ tetap berkomitmen melahirkan alumni yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam akhlak. (PM)