• icon085178707707
  • iconmanuruljadid@gmail.com
  • iconPaiton, Probolinggo 67291

Matsama Jadi Momentum Pengenalan Sejarah Madrasah

Kamis, 18 Jul 2024 09:32 WIB 857 Madrasah
Blog Details

MATSAMA: Ustaz Mawardi menjelaskan sisi historis juga pergantian status MANJ dari awal berdiri hingga saat ini.

MANJ: Ratusan peserta didik baru MA Nurul Jadid (MANJ) putra dan putri mengikuti Masa Taaruf Siswa Madrsah (Matsama) di lokasi terpisah, untuk putra di aula II PP Nurul Jadid sedangkan putri di aula MANJ, Rabu (17/7/24). Mereka menerima materi seputar profil madrasah dan tata tertib MANJ.

Untuk materi profil  madrasah di sajikan oleh Ustaz Mawardi dan Ustaz Ahmad Khoishol sedangkan untuk materi tatib oleh Ustaz Andriyanto. Profil MANJ yang disampaikan oleh Ustaz Mawardi dan Ustaz Ahmad Khoishol dijadikan dua sub materi berbdeda. Untuk materi pengenalan tatib di putri disampaikan oleh Ustazah Robiatus Solihah

Untuk aspek historis madrasah dalam profil tersebut disampaikan oleh ustaz Mawardi sedangkan prestasi dan seputar peminatan atau jurusan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Khoishol. “Ahlan wa sahlan bihudhurikum fil Madrasah Aliyah Nurul Jadid,” sapa Ustaz lulusan MANJ tahun 1996 itu di awal pemateriannya.

[Para siswa baru putra saat mengikuti matsama MANJ di aula II PP Nurul Jadid.]

Dalam kesempatan itu, beliau lebih fokus menjelaskan tentang sejarah MANJ mulai tahun berdirinya hingga sekarang. Estafet pergantian status MANJ dari status terdaftar, diakui, disamakan hingga status terakreditasi A oleh beliau dijelaskan cukup rinci. Tak luput pula napak tilas dari pergantian status  MANJ yang pernah menjadi Rintisan Madrasah Berstandart Internasional juga beliau jelaskan.

[Para siswi baru MANJ keika mengikuti Matsama di aula MANJ]

“MANJ pada tahun pelajaran 2006/2007 dipilih oleh Departemen Agama RI pusat (sekarang Kementerian Agama, Red) sebagai salah satu dari empat MA di seluruh Indonesia yang dikembangkan menjadi Rintisan Madrasah Berstandard Internasional (RMBI), namun RMBI dan RSBI sudah dihapus oleh pemerintah,” ungkap Pembina OSIM putra itu. (khr)