Probolinggo- Pesta demokrasi (Pesdem) dalam rangka pemilihan umum calon ketua OSIM dan jurusan yasng sejatinya akan digelar tepat pukul 10:20 WIB saat jam istirahat usai KBM formal pada Selasa lalu (18/11/25), rupanya molor dari jadwal yang ditentukan. Saat itu panitia pelaksana kegiatan telah mengumumkan lebih dari sekali melului pengeras suara di madrasah, namun masih banyak para siswa yang enggan untuk segera menuju aula II Pones Nurul Jadid.
Pengkondisian para siswa yang cukup sulit pada saat itu menyebabkan waktu pelaksanaan yang seharusnya dimulai tepat waktu menjadi tertunda, sehingga kegiatan baru dapat dimulai sekitar 20 menit setelah jadwal yang direncanakan.
M. Farhan Al-Amin selaku Ketua OSIM menyampaikan keluhannya, bahwa kegiatan tersebut masih memiliki beberapa kendala, salah satuya ialah, kurangnya antusiasme siswa, hingga susah untuk diatur oleh para panitia pelaksana.
“Kami masih memiliki beberapa kendala pada acara, salah satunya yaitu penataan siswa yang masih susah untuk di atur. Kalau tidak ada guru yang menggerakkan, mereka seringkali masih tidak mau, sehingga merepotkan para tim pelaksana Pesdem,” Ujarnya.
Acara dibuka oleh Master of Ceremony yang dengan penuh kehati-hatian membacakan susunan acara sebagai panduan jalannya kegiatan. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan resmi, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian diteruskan dengan sambutan dari pihak panitia serta kepala madrasah yakni Ustaz Misbahul Munir sebelum memasuki agenda inti Pesdem.
Kepala Madrasah juga berpesan agar para siswa lebih tertib dalam menjalankan kegiatan di madrasah. Beliau berharap seluruh siswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan sehingga nantinya mampu menjadi pemimpin yang baik di berbagai lembaga lain.
“jadi kedepannya, Madrasah ini menjadi Madrasah yang tertib, dan kami berharap, temen-temen MANJ, anak-anak MANJ kedepan, menjadi imam di lembaga-lembaga yang lain, menjadi imam dari SMA, menjadi imam dari SMK.” Pungkas beliau di akhir sambutannya.
Pemungutan suara berlangsung tertib dengan sistem antrean yang teratur dan pengawasan dari panitia. Para siswa dipandu untuk menggunakan laptop yang disediakan oleh panitia yang memastikan proses berjalan lancar hingga tahap penghitungan suara. Pengkondisian para siswa yang cukup sulit pada saat itu menyebabkan waktu pelaksanaan yang seharusnya dimulai tepat waktu menjadi tertunda, sehingga kegiatan baru dapat dimulai sekitar 20 menit setelah jadwal yang direncanakan. (RIN)