KHARISMA EDISI 32: Sukses terbit meski sejak proses awal penggarapannya terkendala pamdemi covid-19. Bravo!
MANJ- Terbitnya majalah Kharisma MA Nurul Jadid (MANJ) edisi 32 kali ini terbilang cukup berliku dan penuh kendala. Pasalnya, majalah terbitan Lembaga Pers Siswa MANJ itu digarap tepat saat pandemi pertama melanda. Sekira Minggu pertama bulan Maret tahun 2020, dua anggota redaksi sedang liputan ke daerah Jogjakarta.
Saat itu, redaksi tidak mengetahui info pandemi covid-19 mulai mewabah di Indonesia, khususnya di kawasan Jakarta. “Karena belum begitu massif pemberitaannya dan belum ada kepanikan nasional, kami tetap melaksanakan liputan ke Jogjakarta,” tutur Mun’im Choiri pemred KHARISMA di kantor redaksi pada Rabu (13/1/21).
Mun’im bersama Noval yang mendapatkan tugas liputan kala itu ke Jogjakarta. Dalam penuturannya, kepanikan baru terasa saat mereka liputan ke salah satu dosen perguruan tinggi di Jogja. Mereka mulai menemukan kesulitan transportasi, beberapa kampus menghentikan perkuliahannya, juga karena pembatasan sosial dan protokol kesehatan mulai diterapkan.
“Meski tidak ketat, tapi jelas itu membuat psikologis kami sedikit terganggu,” kenang Noval. Berbekal tekat bulat dan komitmen tinggi, mereka berdua tetap melaksanakan reportase. Dari kampus dan beberapa nara sumber mereka temui untuk interview. “Alhamdulillah kami sukses dan berhasil melaksanakan reportase meski dengan sedikit rasa was-was,” tambahnya.

Kendala selanjutnya ketika mereka kembali ke Nurul Jadid. keduanya tiba di pesantren tepat saat lockdown pertama diberlakukan. Mereka beruntung bisa tiba dengan sehat dan selamat ke pondok. “Karena pondok memberlakukan lockdown, otomatis semua lembaga jadi libur, kami kesulitan untuk menggarap hasil liputan dan bimbingan dari pembina,” ungkap Mun’im.
Kesulitan itu terjadi hingga berbulan-bulan, sebab pondok telah meliburkan santri menjelang akhir Maret 2020. Praktis aktifitas redaksi KHARISMA macet sejak saat itu. Beberapa upaya tetap dilakukan oleh redaksi, salah satunya proses bimbingan, editing dan reportase akhir. “Kami manfaatkan waktu liburan itu untuk konsultasi kepada pembina melalui seluler,” timpal Noval.
Akhirnya berbagai kesulitan itu berhasil dilalui oleh redaksi, puncaknya majalah KHARISMA edisi 32 berhasil terbit meski molor dari jadwal terbit pada akhir Desember 2020. Dengan mengusung tema Fenomena Bimbingan Belajar di Tengah Merdeka Belajar Kharisma telah didistribusikan keseluruh siswa-siswi MANJ (14/1/21).
“Tema KHARISMA kali ini memang berkorelasi dengan maraknya bimbel online, juga sistem belajar daring pada masa pandemi. Semoga informasi dan kajian di dalamnya memberikan ilmu dan wawasan baru bagi kita dan pembaca,” pungkas Mun’im penuh harap. (b4d)