PENYULUHAN: Pihak puskesmas Paiton saat memberikan materi saat penyuluhan kesehatan.
MANJ- Tim puskesmas Paiton mengadakan penyuluhan kesehatan tentang komplikasi anemia. Melibatkan sekira 11 tenaga kesehatan wanita dan 3 pria, diikutii oleh seluruh siswi MA Nurul Jadid (MANJ) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid. Agenda yang diikuti sekira kurang lebih 600 siswi MANJ itu dimulai pukul 08.00 WIB Selasa (24/10).
Topik yang diangkat di acara tersebut mengenai pencegahan anemia terhadap perempuan di Indonesia. “Karena 50 persen wanita di Indonesia cenderung mengalami anemia, maka dari itu penyuluhan ini dilaksanakan untuk mencegah atau mengurangi anemia terhadap perempuan. Diharap seluruh siswi dapat berpartisipasi dalam seluruh agenda hari ini,” tutur dokter Pita.

[Ustazah Afrida saat mengikuti pengambilan sampel pengecekan haemoglobin].
“Aksi Bergizi” merupakan slogan yang ditetapkan oleh tim kesehatan. Selain seminar anemia, agenda tersebut dilengkapi dengan pengecekan haemoglobin (hb), sarapan dan minum tablet penambah darah bersama. Peserta yang mengikuti Aksi Bergizi hari itu juga didampingi oleh guru putri MANJ.
Dokter Siska menyampaikan, pada umumnya haemoglobin pada setiap orang berjumlah dua belas ke atas. Darah yang diambil sebagai sampel pengecekan haemoglobin dapat melihat jumlah dalam setiap tubuh siswi, hingga dapat diketahui mereka yang mengalami anemia.
“Pengecekan ini untuk mengetahui adakah siswi yang mengalami anemia berat. Pasalnya anemia bisa berdampak bahaya di kedepannya, seperti mengganggu kandungan, susah punya keturunan, menyebabkan pendarahan, dan sebagainya,” tandas beliau. (kml)