• icon085178707707
  • iconmanuruljadid@gmail.com
  • iconPaiton, Probolinggo 67291

Sambut Implementasi Kurkulum Merdeka, MANJ Gelar Workshop

Rabu, 31 Agu 2022 11:46 WIB 910 Madrasah
Blog Details

WORSHOP: Ustaz Husnan Abrori (foto: insert) saat memberikan materi dalam pelatihan penyusunan perangkat ajar kurikulum merdeka di MANJ.

MANJ- Kurikulum merdeka yang telah ditetapakan oleh pemerintah, ditindak lanjuti menjadi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi semua jenjang pendidikan pada awal tahun 2022. MA Nurul Jadid (MANJ) menyambutnya dengan menggelar pelatihan penyusunan perangkat bahan ajar dalam workshop pada Senin lalu (29/8/22).

Berlokasi di ruang guru, kurang lebih 70 guru dari MANJ dan beberapa perwakilan dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) pada Senin pagi itu ikut pelatihan. Mereka diberi materi seputar kurikulum, perubahan-perubahan kurikulum, hingga pada praktik penyusunan perangkat pembelajaran.

Ustaz Husnan Abrori selaku pengawas pendidikan Islam di lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo yang menjadi penyaji. Beliau diberi waktu kurang lebih 6 jam memberikan materi dan praktik. Di awal pematerian, beliau menyinggung tentang perubahan-perubahan kurikulum.

“Ada yang perlu diluruskan dengan stigma negatif, ganti pemerintah ganti kurikulum, hal itu tidak benar. Karena kurikulum itu bersifat dinamis, oleh karenanya kurikulum layak dievaluasi setiap sepuluh tahun,” ungkap beliau di awal materi.

Untuk melaksanakan IKM, beliau menegaskan saat ini masih bersifat opsional, tergantung pada kesiapan dari satuan pendidikan masing-masing. “Sehingga pada tahun 2024 nanti semua sekolah dan madrasah sudah bisa menerapkannya. MANJ memulai persiapannya mulai saat ini, dan itu bagus,” tandas beliau.

IKM dinilai memiliki beberapa kelebihan, di antaranya lebih sederhana dan mendalam, lebih relevan, interaktif dan merdeka. “Kurikulum merdeka juga mengukur kemampuan peserta didik yang beragam hingga mampu menemukan potensi dalam diri mereka,” terang belaiau.

Sementara itu terkait IKM, Kepala MANJ Ustaz H. Lukman Al-Hakim mengaku, sejatinya ada salah satu unsur kurikulum merdeka yang sudah diterapkan di MANJ, “Salah satunya adalah kalender pendidikan yang independen, karena mengikuti kalender Pondok Pesantren Nurul Jadid, akan tetapi durasi tatap muka dan jumlah hari efektif tetap terpenuhi sesuai dengan kalender pendidikan yg ditetapkan pemerintah,” ujarnya diawal sambutan. (hm4s