KAJIAN TAFSIR: KH Musholli saat menyampaikan materinya dalam seminar Qur'an berjudul Dibalik Tafsir Surat Yusuf Ayat 4.
MANJ- Kajian Al-qur’an dalam sebuah seminar bertajuk “Dibalik Tafsir Surah Yusuf Ayat 4” berlangsung Gerrr. Pasalnya, sebelum penyaji mengupas materi, ditayangkan video parodi pendek berkisah hubungan asmara. Ada adegan kocak saat surat yusuf ayat 4 dibaca gegara cinta ditolak. Melihat adegan tersebut, tawa hadirin memenuhi auditorium madrasah pada Rabu pagi (13/1/21).
Seminar yang digelar pemintatan IPA Tahfiz MA Nurul Jadid (MANJ) itu, melibatkan seluruh siswa-siswi peminatan IPA Tahfiz, perweakilan kelas di MANJ dan perwakilan SLTP-SLTA senurul jadid. “Semoga nanti penyaji mejelaskan khasiat surat Yusuf ayat 4 itu, seperti film pendek tadi,” bisik salah satu peserta asal SLTP pada temannya seraya tertawa ringan.
Dalam seminar tersebut, panitia menghadirkan KH. Musholli Riadi sebagai penyaji. Mengawali materinya beliau menjelaskan, Al-qur’an ibarat permen karet, tergantung siapa yang menggunakannya. Jika digunakan dengan baik, akan bermanfaat dengan baik bagi orang, demikian pula sebaliknya.

“Seperti film pendek tadi, jika yang menggunakan anak-anak muda, ya begitu jadinya,” cetus beliau diiringi tawa hadirin. Penyaji yang juga menjadi dosen di Universitas Nurul Jadid itu melanjutkan, Tafsir surat Yusuf ayat 4 memang sering menjadi motivasi tersendiri, khususnya bagi santri.
Namun beliau mengingatkan, pemahaman kepada Al-qur’an khususnya surat yusuf bukan pada kisah asmara saja, tetapi pada ibrah (pelajaran) dalam kisah tersebut. “Jadilah seperti Nabi Yusuf, karena sebelum beliau menjadi Nabi, hidupnya dijalani penuh dengan cobaan, perjuangan dan ketabahan yang cukup panjang, baru kemudian sukses menjadi Nabi,”ungkap kiai berjuluk Kiai Hutan itu.

Beliau cukup rinci membahas kalimat-perkalimat saat menafsirkan surat Yusuf Ayat ke 4 tersebut. mulai dari redaksi bahasa, sastra dan kandungan ayatnya. Beberapa referensi tafsir juga beliau paparkan, mulai dari tafsir Al-jalalain, tafsir Al-Misbah dan tafsir-tafsir yang lain.
Sebelumnya, pihak madrasah mengucapkan banyak terima kasih kepada penyaji, karena telah bersedia untuk menularkan keilmuannya kepada para peserta didik MANJ. “Semoga penyaji bisa memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih luas lagi terkait tafsir surat Yusuf ayat 4 tersebut,” ujar ustaz M. Naim selaku Waka Kurikulum dalam sambutannya. (b4d)