PRESENTASI DARING: Salman Alfarisi Hadi Putra saat presentasi essainya secara daring di asramanya.
MANJ- Salman Al-Farisi Hadi Putra, siswa kelas XII Peminatan Keagamaan (PK) MA Nurul Jadid (MANJ) berhasil mengharumkan almamaternya. Siswa kelas unggulan tersebut berhasil mengukir prestasi sebagai juara dua lomba essai tingkat nasional.
Dirinya dikukuhkan sebagai juara pada peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu. Lomba yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Bukittinggi Sumatera tersebut berlangsung secara daring.
Ditemui manj-online, Salman menceritakan, karena pandemi covid-19, pada lomba tersebut Salman harus presentasi secara daring. Dengan fasilitas laptop dan jaringan internet yang tersedia di lingkungan PP Nurul Jadid, proses presentasi bisa dia laksanakan di asramanya dengan cukup maksimal. “Durasinya kurang lebih 20 menit untuk prsentasi sekaligus tanya jawab,” tuturnya.
Menurut Salman, terasa agak berbeda saat presentasi daring. Karena kalau presentasi yang lazim dia lakukan, biasanya disaksikan puluhan mata secara tatap muka, “Tapi dengan daring, hanya berhadapan dengan monitor laptop, itu terasa gimana… gitu,” kenangnya tersenyum.
Meski demikian, dia berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan essainya kepada juri. Agar bisa mendapatkan nilai baik dari juri, presentasi daring dijalaninya dengan antusias. Pada saat lomba, menurut Salman jurinya ada dua orang, seorang fokus pada bidang kepesantrenan dan yang satunya fokus pada bidang medis. Kedua juri memiliki kualifikasi sesuai bidangnya.
“Sebelum presentasi dimulai, para juri diperkenalkan oleh panitia secara daring lengkap dengang latar belakang akademiknya, termasuk juri yang bidang medis adalah alumni fakultas kedokteran S1 UIN Sunan Kalijogo dan S2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” urai Salman mrnceritakan.
Usai melaksanakan presentasi daring, informasi pemenang disampaikan panitia pada sore hari. “Alhamdulillah, ternyata saya meraih juara dua, saya tidak menyangka sama sekali, karena pesertanya nasional dan tentu dari berbagai tingkat pendidikan,” tuntasnya haru. (b4d)