UJIAN AKHIR: Siswa kelas akhir MANJ saat mengikuti UMBK di Lab. Komputer madrasah dengan tiga sesi.
MANJ- Hari ini, Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) dilaksanakan di MA Nurul Jadid (MANJ). Pelaksanaan ujian akhir untuk kelas XII itu dijadwalkan berlangsung dari tanggal 22 – 29 Maret 2021. Selama seminggu, sebanyak 438 siswa MANJ kelas akhir mengikuti UMBK melalui tiga sesi pelaksanaan.
UMBK yang menjadi kegiatan akhir akademik siswa kelas XII rupanya menjadi pengganti UN. Seperti yang diungkapkan oleh H. Lukmanul Hakim kepala madrasah. “Meski UN telah dihapus oleh pemerintah, UMBK menjadi alat ukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan,” ungkapnya kepada manj-online saat beliau memonitor jalannya UMBK di lima ruang Lab. komputer MANJ.
Sebelum UN dihapus oleh pemerintah, rangkaian kegiatan akhir akademik bagi kelas XII meliputi UAMBNBK dan UNBK. Saat ini UMBK digelar oleh satuan pendidikan secara mandiri dengan tetap mengacu kepada kurikulum dan kelender pendidikan nasional dalam pelaksanaannya.
“Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada satuan pendidikan, dalam hal ini madrasah dapat menyelenggarakan ujian pada jenjang akhir pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didiknya,” jelas beliau.
Senada dengan beliau, Ustaz M. Naim wakil kepala bidang kurikulum mengatakan, UMBK berfungsi sebagai indikator pencapaian kompetensi peserta didik, juga sebagai umpan balik bagi madrasah untuk kepentingan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan mutu di waktu berikutnya. “UMBK juga menjadi salah satu penentuan kelulusan mereka,” paparnya.

UMBK yang diikuti ole siswa MANJ ada yang CBT di MANJ juga ada yang luring. Mereka yang berhalangan hadir karena beberapa sebab, oleh keluarganya sudah disampaikan kepada pihak madrasah. “Kami memberikan toleransi dan siswa tersebut untuk tetap bisa mengikuti UMBK dari rumahnya,” jelas beliau. Info detail UMBK mode luring tersedia di web madrasah.
Beberapa ruang terdata ada beberapa siswa yang tidak ikut UMBK, dari data pengawas ruang diketahui, beberapa siswa itu ada yang sakit dan kepentingan akademik, sehingga mereka tidak bisa mengikuti UMBK secara langsung di madrasah. “Ujian dilaksanakan secara luring bagi siswa yang masih di rumah karena sakit, reaktif atau positif,” pungkas beliau (j03)